Inspirasi Abaya Arab di Tangan Sari Batubara

Jakarta, Kirani – Trend busana muslim memang berkembang sangat pesat dari ragam motif, desain dan warna menjadi penarik bagi pemakainya.

 

Mulai dari busana muslim untuk sehari-hari hingga koleksi Abaya yang cocok untuk ke pesta maupun acara formal. Abaya Arab yang simpel dan elegan memberikan inspirasi yang lebih pada rancangan Sari Batubara.

 

Lewat brand T’estimo, Perempuan asal Medan ini memfokuskan diri pada  koleksi hijab wear daily dan premium abaya.

 

“Kreatifitas yang dimiliki orang Indonesia memang terus berkembang setiap waktunya. Tidak condong ke Arab dan ke bule bulean juga, fashion sekarang kalau saya lihat tetap muslimah tapi bisa dipakai setiap hari,”ujarnya saat menunjukan karyanya di kawasan Cilandak, jakarta Selatan, Selasa (6 November 2018).

 

 

Sari Batubara tak pernah berhenti berinovasi (Foto : Danu)

Mimpinya untuk bisa masuk ke pasar mancanegara membuat perempuan berhijab ini terus berinovasi pada rancangannya. Perempuan kelahiran 5 april 1982 ini mengawali usaha di bidang fashion sebagai pedagang busana. Ia membuka butik di Medan dengan menjual koleksi dari beberapa desainer Ibu Kota. Seiring berjalannya waktu, Sari merasa “gatal” setelah melihat trend fashion yang terus berkembang.

 

Hal itu mendorongnya untuk terjun menjadi desainer.  Sari kemudian memutuskan untuk hijrah ke Ibu Kota dan pada 2016 lalu ia mengembangkan koleksinya yang kemudian diberi nama T’estimo. Sebagai pendatang baru di dunia fashion muslimah, pemilik nama asli Putri Kumala Sari Batubara ini sadar akan menemui banyak tantangan.

 

“Saat ini fokus saya pada rancangan hijab wear daily dan premium abaya. Kemarin juga saya bawa 20 koleksi di JFW. Saya buat abaya karena sangat senang dengan abaya Arab. Saya ingin buat warna lain selain hitam, jadi biar anak Indonesia punya warna lain selain hitam,” ujarnya.

 

Lewat T’estimo, Sari Batubara ingin mengajak fashionista atau para pelanggannya untuk beramal secara tidak langsung. Yakni keuntungan penjualan untuk didonasikan kepada sesama yang membutuhkan.

 

“Saya menjual dengan sistem daring  dan hasil setiap penjualan ini 3 persennya saya sumbangkan buat charity. Insyallah biar berkah juga usaha saya dan berguna juga buat orang banyak,” tukasnya.

 

Teks : Danu     Editor : Galuh         Foto : Koleksi Sari Batubara & Danu

 

 

Facebook Comments