IN2MOTIONFEST 2025, Mantapkan Indonesia Sebagai Kiblat Modest Fashion Global

Jakarta, Kirani – Indonesia tetap berkomitmen untuk menjadi pusat modest fesyen global, dengan kembali menghadirkan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2025. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ajang ini menjadi penggerak utama dalam memperkuat ekosistem fesyen santun (modest fashion) Tanah Air agar kian mendunia.

Acara kick off IN2MOTIONFEST 2025 yang digelar di The Westin Jakarta pada 23 Juli 2025, menjadi awal dari rangkaian panjang menuju puncak festival yang akan dilangsungkan 8-12 Oktober 2025 di JIEXPO Convention Centre & Theatre. 

Tema yang diusung “One Vision, One Movement: Advancing Indonesia Modest Fashion Through Synergy & Collaboration,” tahun ini IN2MOTIONFEST menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperluas jangkauan modest fashion Indonesia ke pasar internasional. 

Beragam koleksi modest fesyen dari desainer lokal Indonesia banyak mencuri mata dunia.

Setelah mencetak rekor dunia tahun lalu lewat gelaran fashion berbasis wastra dengan jumlah koleksi terbanyak yakni 1.550 koleksi dari 208 desainer lokal dan 10 internasional, IN2MOTIONFEST 2025 kini mengarahkan fokusnya pada ekspansi pasar.  

Tahun lalu, nilai bisnis dari realisasi, komitmen, dan potensi penjualan yang tercatat mencapai Rp72,9 miliar. Tahun ini, dengan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga, angka itu diyakini bisa melesat lebih tinggi.

“Capaian Indonesia sebagai peringkat satu dunia dalam sektor modest fashion menurut SGIE Report 2024/2025 menjadi pengakuan besar. Sinergi antarlembaga dan ekosistem yang kuat adalah kunci untuk memperkuat posisi ini,” ujar Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia. 

Mengusung konsep keberlanjutan dan kearifan lokal, IN2MOTIONFEST 2025 akan menghadirkan beragam koleksi berbasis wastra seperti batik, tenun, songket, hingga eco print dari lebih dari 300 desainer, brand, dan UMKM. Tahun ini, festival juga akan diwarnai kehadiran desainer internasional dari 10 negara, termasuk Dubai, Italia, Jepang, hingga India. 

Selain fashion show dan pameran dagang, berbagai program turut meramaikan agenda, seperti seminar tren modest fashion, FGD, business matching, dan kampanye keberlanjutan. 

Dua program baru juga diperkenalkan tahun ini yakni Awarding Night untuk mengapresiasi pelaku industri dan Re-Collect Archive Market, program clearance sale yang sebagian hasil penjualannya akan didonasikan untuk aksi kemanusiaan. 

Kerja sama lintas sektor yang memuluskan IN2MOTIONFEST terus berkibar.

Dukungan IN2MOTIONFEST 2025 mengalir dari Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan KNEKS. Setiap lembaga membawa strategi tersendiri dari diplomasi dagang, penguatan komunitas kreatif, hingga penyusunan regulasi fesyen muslim untuk memastikan ekosistem modest fashion tumbuh inklusif dan berkelanjutan. 

Modest fashion adalah komoditas strategis. Kami mempromosikannya sebagai wajah baru ekonomi Indonesia yang berakar pada budaya dan siap bersaing di pasar global,” ucap Ari Satria, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Kementerian Perdagangan RI.

Beragam inisiatif dirancang tak hanya untuk eksposur global, tapi juga memberdayakan pelaku lokal. Dari inkubasi pelaku kreatif, pelatihan UMKM, hingga program jastiper yang memfasilitasi pembelian langsung dari resellers semua diarahkan untuk membangun industri modest fashion yang tak hanya indah secara estetika, tetapi juga kuat secara ekonomi dan sosial.

“Pagelaran IN2MOTIONFEST bukan sekadar panggung pertunjukan, tapi ekosistem pengembangan. Kami ingin brand lokal tidak hanya tampil, tapi juga tumbuh menjadi brand global,” tegas Ali Charisma dari Indonesian Fashion Chamber. 

Teks : Galuh | Foto : IFC