Ian Adrian Desain Baju Paskibraka Indonesia di Pembukaan Asian Games 2018

Jakarta, Kirani – Semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan ingar bingar perhelatan akbar olahraga Asian Games 2018 di Tanah Air masih menyisakan cerita indah. Cerita indah itu ke luar dari mulut Ian Adrian yang bersemangat menuturkan tentang gawean terbarunya, ikut mendadani Paskibraka Indonesia di pembukaan Asian Games 2018 pada Sabtu malam, 18 Agustus di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Berbaris rapi para petugas Paskibraka dalam busana rancangan Ian Adrian

Acara pembukaan event internasional yang dibuka oleh Presiden Jokowi menorehkan kebanggaan Indonesia. Dan  semua mata dunia tertuju serta memuji keberhasilan Opening Ceremony Asian Games 2018 ini.

“Alhamdulillah bersyukur banget pada Allah dan pasti saya sangat senang, juga merasa bangga bisa ikut terlibat dalam event Asian Games 2018 yang dibuka oleh Presiden Jokowi semalam. Perasaan saya senang dan bangga karena acara ini berlangsung sangat luar biasa,” cerita Ian kepada Kirani.Id dalam perbincangan santai pada Minggu pagi (19/8) di Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan.

Ian tercatat sebagai desainer Indonesia bertangan dingin yang telah banyak mengolah dan mengembangkan berbagai wastra di Tanah Air. Ian pernah sukses mengusung batik, tenun Bali dan Lombok, lalu kain Sasirangan Kalimantan dan batik Tangerang Selatan (Tangsel).

Ikat pinggang merah menjadikan pasukan ini tampil fashionable

Pria berwajah manis yang pernah meraih Juara Favorit di Indonesian Young Designer Contest (IYDC) pada tahun 1996 ini mengaku sukacita saat dirinya dihubungi panitia Paskibraka Nasional. “Sekitar dua bulan lalu, sekitar akhir Mei saya dihubungi Panitia Paskibraka Nasional yang meminta dibuatkan desain untuk mereka (Paskibraka Indonesia) yang dikenakan pada opening Ceremony Asian Games 2018.  Menjawab permintaan ini, saya enggak pakai pikir panjang langsung mengiyakan setuju dan menyatakan sanggup hehehe,” cerita Ian bersemangat sambil terbahak.

Pria yang pada tahun 2005 pernah meraih piagam dari Musium Rekor  Indonesia (MURI) dengan tema fashion show Enticing & Dramatic City ini bersemangat mengerjakan gawean Asian Games  karena bermakna penting.

“Ya saya anggap ini gawean nasional yang sarat makna dan sejarah. Tahun 1962, Indonesia pernah menggelar acara Asian Games keempat, lah tahun itu saya juga belum lahir hihihi. Nah, saya anggap ini sebagai tantangan yang menyenangkan. Karena adalah gawean mendunia, maka saya berkomitmen memberikan yang terbaik,” ujarnya panjang lebar.

Ikut sibuk merapikan pakaian anggota Paskibraka sebelum Opening Ceremony Asian Games 2018

Kemudian Ian menjelaskan untuk rancangannya disesuaikan dengan desain pakem Pakisbraka. Dan untuk komitmennya, juga sesuaikan dengan acara tersebut.

Menurutnya, sesuai dengan Paskibraka maka mendesainnya lebih minimalis. “Saya hilangkan skoder (biasa disebut epaulet yaitu tempat meletakan tanda pangkat di atas bahu) dan kantong di bagian bawah baju. Lalu, ikat pinggang atau sash diganti dengan warna merah. Untuk peci saya beri garis emas, sehingga tampilan mereka lebih menonjol dan berkesan fesyen.”

Kemudian Ian juga menerangkan yang mengenakan baju ini adalah pemuda pemudi terpilih dari seluruh Indonesia yang mewakili keberagaman dan keindahan Indonesia yang satu. “Hal ini yang membuat saya bersemangat membuat baju Paskibraka untuk pembukaan Asian Games 2018,” kata dia.

Dalam kariernya, nama Ian Adrian tercatat pernah menggelar peragaan tunggal bertema From Prison With Love pada tahun 2006 di Lembaga Pemasyarakatan. Selanjutnya, di tahun 2008 Ian menggelar peragaan busana bertema Ulun Bungas di Pasar Terapung, Banjarmasin dan mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI). Perancang berambut pendek ini juga mengakui keberhasilannya ini karena banyak belajar dari perancang senior seperti Harry Dharsono, Musa Widiatmojo dan Adrianto Halim.

“Harapan saya keberhasilan Asian Games 2018 akan menjadikan masa depan Indonesia lebih baik lagi, harum namanya di dunia internasional dengan prestasi berbagai bidang,” tutup Ian.

Teks: Hadriani P

 

Facebook Comments