I Love Monday, Sebuah Ujian Versus Pembelajaran

Jakarta, Kirani – Senin menjadi hari yang penuh hikmah karena ditutup dengan penyadaran yang sangat baik untuk seorang Anda Sapardan. Anda merupakan Co-founder Sehati, sebuah perusahaan aplikasi yang memonitor kesehatan ibu hamil.

Kemudian Anda juga menjabat sebagai Co-founder TeleCTG, sebuah perusahaan yang menyajikan CTG (cardiotocography) atau alat pemantau kesehatan janin portabel.

Wanita berparas ayu ini memiliki pandangan menarik mengenai hari Senin. Bagi banyak orang, hari Senin yang merupakan pembuka atau awal hari selama sepekan yang sering dianggap sebagai awal yang sulit.

Maklumlah, sebagai pembuka hari, Senin menjadi hari nan sibuk dan padat berisi penuh berbagai aktivitas. Makanya banyak orang melontarkan,”Hari Senin…waduh gue sebel, awal hari yang bakal sibuk!” Atau ada juga yang berseloroh,“I don’t like Monday, Bro and Sis…!”

 

Sesekali ada juga yang berteriak lantang, “Ya Tuhan…., Senin itu bak hari kiamat isinya meeting…meeting…meting dan long activity nonstop!” Atau ada pekikan keras, “Gilaaak…., hari Senin itu neraka jahanam banget!”

 

Nah, menyikapi tentang hari Senin, di mata seorang Anda pada hari tersebut kebetulan di sesi pagi, saat sedang catch-up dengan teman yang bisa dibilang sudah seperti adik sendiri, tampak membahas mengenai self-healing. Menyikapi curhatan si sohibnya ini, Anda berbagi pengalaman tentang menghadapi ujian dan pembelajaran. Seperti apakah itu?

 

Menurut ibu dua anak ini pada sesi malam, saat sedang ngobrol dengan mantan suaminya, “Saya menyadari bahwa hal yang selama ini saya anggap sebagai ujian, sebenarnya adalah kesempatan yang diberi olehNya untuk bisa selalu belajar menjadi diri yang lebih baik,” cerita Anda serius dalam bincang santai dan panjang dengan Kirani pada Kamis sore, (16/7) di rumahnya nan asri di kawasan Cipete, Kemang, Jakarta Selatan.

 

Ditemani hidangan bihun goreng, tahu tempe bacem, dark chocolate cake, es lemon tea dan es kopi gula aren di teras taman belakang maka mengalirlah cerita panjang dan menarik dari sosok Anda.

 

Anda Sapadan sebagai salah satu pembicara dalam sebuah acara di Hanoi

 

Mengajarkan Dirinya untuk Self-Healing

Wanita jebolan jurusan Ekonomi dan Manajemen Universitas Lehigh di Bethlehem, Pennsylvania, Amerika Serikat ini berterus terang, bahwa ujian pertama saat SMP telah mengajarkan dirinya untuk self-healing.

 

“Saat itu saya merasa harus membangun self-defense mechanism agar tidak kecewa,” kata Anda.

 

Sejak saat itu juga Anda melakukan hal seperti mengelola ekspektasi, belajar untuk menerima, memahami dan melihat dari berbagai perspektif.

 

“Istilah kerennya, put yourself on someone else’s shoes, sehingga bisa mengelola hati saya sendiri. Terus terang ini membantu untuk menjaga hati, dari sakit, dan juga penyakit,” ungkap Anda panjang lebar.

 

Anda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak bukan tanpa sebab. Diceritakan hal ini tidak lepas dari kondisi yang ada di Indonesia. Anda merujuk data kesehatan di tahun 2017, di mana angka meninggalnya ibu di Indonesia mencapai 259 hingga 305 per 100 ribu kelahiran.

 

Kemudian, berdasarkan data Unicef juga menyebut ada satu perempuan di Indonesia meninggal saat melahirkan dalam setiap jam.

 

Dan penyebab tingginya angka meninggalnya ibu dan anak di Indonesia bermacam-macam. Satu di antaranya adalah minimnya akses pemeriksaan kesehatan terhadap.ibu hamil, terutama.di daerah-daerah terpencil.

 

Nah, melalui perusahaan dan aplikasi yang dibuat Anda yakni TeleCTG menjadi sangat penting. Karena pemeriksaan CTG dianjurkan dilakukan ibu hamil minimal dua kali. Dan pada pemeriksaan itu dilakukan untuk menghindari risiko pada janin sehingga bisa menekan angka meninggalnya bayi.

 

Hanya Lima Persen Ibu Hamil di Indonesia Melakukan Pemeriksaan CTG.

Berdasarkan pengamatan fakta yang terjadi di lapangan menyebutkan hanya lima persen ibu hamil di Indonesia yang melakukan pemeriksaan CTG. Belum lagi dokter kandungan di Indonesia yang jumlahnya hanya 3.500 dibanding dengan jumlah ibu hamil yang mencapai sekitar 5,2 juta.

 

“Makanya, alat TeleCTG ini dapat digunakan secara fleksibel lantaran memakai aplikasi mobile,” kata Anda serius.

 

Dengan cara pengoperasiannya pun relatif mudah, yaitu di dalamnya ada proobes atau sensor untuk mengukur detak jantung dan kontraksi janin. Sensor ini terhubung dengan aplikasi pembaca lewat micro USB. Kemudian setelah sensor membaca sekitar 15-30 menit, hasilnya pun dikirim ke pusat pembacaan di Jakarta.

 

“Nah, berdasarkan hasil tersebut dikirim ke aplikasi dokter atau bidan. Maka, dari hasil tersebut, dokter atau bidan akan mendiagnosis dan memberikan saran untuk ibu hamil yang diperiksa. Ini sangat membantu dan bermanfaat,” ujar Anda bersungguh-sungguh.

 

Anda Sapardan dan tim medis salah satu Rumah Sakit

 

Ujian Mengajarkan Pembelajaran Bersabar, Bersyukur dan Ikhtiar

 

Kemudian wanita kelahiran 26 November 1973 ini melanjutkan kembali tentang curhatan sahabatnya dan mengenai ujian yang dia paparkan sebelumnya.

 

Menurut Anda ujian pertama yang pernah dialami saat SMP telah mengajarkan dirinya untuk self-healing. Karena sebagai ujian yang paling lama, yang bila ditotal selama 24 tahun.

 

Dari ujian tersebut mengajarkan diri Anda untuk sabar, bersyukur, ikhtiar sekuat tenaga meski akhirnya juga menyerah, lalu berkomitmen, bertanggung-jawab, menutup aib, sakit walau hati menjerit, memberikan unconditional love, dan patuh.

Kemudian Anda juga menceritakan tentang ujian lainnya yaitu pembelajaran untuk melepaskan kemelekatan, belajar untuk yakin, belajar untuk ridho, dan memang walau kadang masih berat, karena disini Anda juga mengaku baru bisa merasakan dicintai tulus oleh pasangan, tetapi akhirnya bisa merasakan sendiri bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik.

Selanjutnya Anda juga meyakini pada enlightenment yang manis di hari Senin adalah di saat kita bisa memaknai ujian yang datang sebagai pembelajaran.

“Dengan demikian, maka kadar rasa bersyukur akan langsung meningkat, dan ini bisa membuat hati makin tenang dan bersih. Jadi, sharing I Love Monday ini saya tularkan pada sahabat saya,” ujarnya lega sambil tersenyum lepas.

Dan memang, kendati hari Senin sering dianggap sebagai hari sibuk, melelahkan, banyak ujian dan masalah, tetapi seperti kata Anda belajarlah dari setiap ujian dan masalah yang datang.

Ya…ujian dan masalah memang menguatkan dan mendewasakan seseorang. 

I love Monday, stay safe, healthy and productive!!!

 

 

Teks Hadriani Pudjiarti | Foto Dok. Istimewa