Batik Keris

“Heritage Tech” Strategi Batik Keris untuk Tetap Relevan di Setiap Generasi

Jakarta, Kirani – Tren fesyen kini semakin kompleks, sementara preferensi konsumen pun bergeser ke arah yang lebih modern dan digital. Namun, hal tersebut tak membuat Batik Keris, jenama asal Solo, kehilangan relevansinya.

Predikat “legendaris” menjadi fondasi bagi merek tekstil yang telah berkarya hampir satu abad ini, untuk terus beradaptasi dan berkembang. Tanpa meninggalkan akar tradisi, Batik Keris buktikan konsistensinya lewat harmonisasi pendekatan nilai budaya (heritage) dan teknologi (tech) dengan memperkuat eksistensinya di pasar digital bersama Shopee.

Andy Rusli, Direktur Batik Keris.
Andy Rusli, Direktur Batik Keris

“Sejak awal, Batik Keris meyakini bahwa batik tidak boleh berhenti sebagai artefak budaya. Batik harus terus hidup, dipakai, dirayakan, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami memahami bahwa keberlanjutan sebuah merek legendaris sangat bergantung pada kemampuannya menyinkronkan ritme sejarah dengan derap teknologi,” ujar Andy Rusli, Direktur Batik Keris.

“Bertahan saja sudah merupakan sebuah pencapaian, namun Batik Keris memilih untuk melangkah lebih jauh. Upaya kami adalah untuk terus berkembang dengan membaca perubahan perilaku konsumen, memanfaatkan kanal distribusi modern, serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan autentisitas,” tegasnya.

Dari Warisan ke Masa Depan

Nama ‘Keris’ pertama kali digunakan pada tahun 1947 oleh generasi pertama keluarga pendiri, Bapak Kasom Tjokrosaputro. Di masa awal berdirinya, Batik Keris masih berupa industri rumahan dengan produksi belasan potong batik tulis per-bulan. Dari tangan ke tangan, dari helai kain ke kain, nilai tradisi itu dijaga dengan penuh ketelatenan, hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi industri besar yang mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan saat ini.

Berjaya di pasar offline dengan lebih dari 80 gerai di seluruh Indonesia, estafet perjuangan terus berlanjut hingga generasi penerusnya. Keinginannya untuk tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di dunia digital, menjadi roda motivasi untuk terus berkembang. Langkah-langkah heritage tech pun diwujudkan melalui komitmen yang mencakup:

  • Ciptakan Koleksi Modern Classic ala Batik Keris

Setiap koleksi Batik Keris lebih dari sekadar busana; ini adalah bentuk penghormatan terhadap warisan yang tetap hidup di era modern. Dengan filosofi Modern Classic  berkonsep ready-to-wear, setiap desain, warna, dan siluet dirancang agar batik terasa cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak sekolah hingga pekerja, pasangan hingga keluarga.

  • Loyalitas Pelanggan Lewat Kualitas Premium

Salah satu rahasia di balik loyalitas pelanggan Batik Keris selama puluhan tahun adalah kualitasnya yang tak tertandingi. Keunikannya terletak pada integritas sistem produksinya yang dikelola secara vertikal dari hulu ke hilir. Mulai dari pengembangan kain, proses kreatif motif oleh desainer internal, pembatikan, penjahitan, hingga distribusi ke seluruh jaringan toko, semuanya dilakukan dengan standar kualitas yang ketat.

  • Optimalisasi Bisnis di Ranah Digital

Memanfaatkan ekosistem digital untuk meningkatkan daya tarik pasar luas lewat Shopee menjadi salah satu langkah strategis. Kehadiran toko resmi Batik Keris di Shopee Mall sejak tahun 2021 tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga menjadi jaminan autentisitas bagi konsumen untuk mendapatkan produk yang asli.

Eksistensi Batik Keris tidak hanya tentang bisnis, tapi juga tentang pemberdayaan komunitas. Melalui unit komunitas Keris Griya, Batik Keris  membina UMKM dan seniman lokal dari berbagai daerah dan membantu memasarkan hasil kerajinan tangan mereka.

Eksistensi Batik Keris selama hampir satu abad menjadi pesan kuat bagi industri kreatif nasional bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi tradisi. Dengan strategi yang tepat, teknologi justru menjadi instrumen untuk menjaga identitas bangsa agar tetap eksis dan kompetitif di kancah global. 

Teks: Tim Kirani | Foto: Batik Keris