Harlah Jakarta, Maraknya Kebaya dan Kain Batik Bumi Batavia

Jakarta, Kirani – Jakarta sebagai ibukota DKI Jakarta merayakan hari jadi, harlah atau hari kelahirannya pada 22 Juni lalu yang ke 493 tahun.

 

Dari sisi seni dan kebudayaan Betawi, tema kebaya dan kain dari Bumi Batavia ini menjadi pembahasan menarik. Bahkan di era zaman Now, perhatian masyarakat moderen saat ini masih masih cukup tinggi dengan kebaya dan kain Betawi.

 

Kebaya encim, hasil perpaduan budaya Betawi dan Tionghoa

 

Sejarah Kebaya dan Busana Encim Betawi

 

Asal kata kebaya berasl dari kata Arab Abayah yang berarti pakaian. Adapun dalam sejarah di Nusantara, kebaya sudah sejak berabad-abad digunakan oleh wanita di Malaka, Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun kebaya kemudian diterima sebagai budaya dan norma setempat.

 

Kebaya Melayu dan di wilayah Timur Indonesia umumnya berwarna putih dan lebih tertutup. Dalam hal ini terkait dengan filosofi ajaran Islam yang disebarkan oleh bangsa Arab yang menyukai warna putih, dan di wilayah tersebut, boleh dibilang memiliki pengaruh datangnya Islam sangat tinggi.

 

Sementara di Jakarta, pola dan bentuk kebayanya sedikit berbeda. Pada, kainnya dihiasi renda berbunga, leher dan ujung bawahnya meruncing, sehingga di Betawi kebaya atau busana Nasional ini disebut dengan Kebaya Encim. Pada kebaya ini busana yang terlahir dari  kebudayaan Cina, sehingga bernama kebaya Encim.

 

Pada busana Nasiona Kebaya Encim sering dipadukan dengan jarik atau kain Betawi. Dan busana ini sekarang menjadi salah satu pilihan busana yang sering dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik suasana resmi atau formil, maupun suasana santai.

 

Kebaya Encim bisa dikenakan saat pesta, di kantor, hang out, atau saat meluangkan waktu bersama sahabat, kerabat dan keluarga. Bahkan seiring perkembangan zaman, orang muda atau Kalangan Milenials juga mulai kepincut dan tertarik mengenakan Kebaya Encim meski.dipadu dengan gaya yang lebih moderen yakni bercelana pendek, jins dan rok mini.

 

Adapun pada Kebaya Encim memiliki beberapa ciri khas mulai dari detail bordir, lipatan sisi baju yang berada di tengah, bahan tenun dan panjang di bawah panggul. Pada bordir kebaya Encim cenderung memggunakan figur bunga atau kembang dan juga sulur.

 

Dari sisi bordir, misalnya Kebaya Encim memiliki bordir samping dan tengah polos. Untuk detail bordirnya Kebaya Encim memiliki ragam motif termasuk flora dan fauna. Pada pengembangan fungsi selanjutnya, Kebaya Encim dapat dikenakan sebagai padu padan ragam siluet, atau bisa juga dikenakan sebagai dalaman. Untuk era kekinian, Kebaya Encim bisa sebagai simple blouse, rompi dan outer.

 

Kain Batik dan ornamen Betawi hadir dalam busana pengantin adat Betawi

 

Kain Batik Betawi Identik dengan Kota Jakarta

 

Sesungguhnya nilai sebuah kain batik selain sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan  dan dikembangkan terdapat juga arti dan nilai historis yang dikandungnya.

 

Dalam penciptaan motif sebuah batik juga biasanya dipengaruhi oleh kultur budaya setempat. Dan pada batik Betawi menggunakan simbol-simbol yang sudah sangat indentik dengan Jakarta.

 

Ciri khas kain batik Betawi yaitu kain sarung dengan menonjolkan motif khas Tumpal yang berbentuk motif Geometris Segitiga sebagai barisan yang memagari bagian kepala kain dan badan kain.

 

Nah, ketika dikenakan Tumpalnya harus ada di bagian depan. Misal, pada motif Burung Hong juga masuk dalam ciri khas batik Betawi yang memiliki arti perlambang kebahagiaan.

 

Adapun motif batik Betawi lebih terfokus pada kesenian budaya  Betawi yang dipengaruhi budaya Arab, India, Belanda dan Cina. Pada motif kuno terdapat pada Salakanegara, Ondel-Ondel, Nusakelapa, Rasamala dan Ciliwung. Selanjutnya, kini banyak motif Batik Betawi seperti motif Gigi Buaya, Kembang Goyang Monas, Tanjidor dan sebagainya.

 

Untuk penggunaan batik Betawi sering dikenakan pada acara Pernikahaan, upacara adat dan agama, acara pentas seni dan sebagainya.

 

Selain motif, biasanya batik Betawi memiliki warna  yang cerah dan memiliki makna tentang  dan budaya masyarakat Betawi.

 

Keunikan Batik Betawi adalah warga baik kalangan atas maupun kalangan bawah menggunakan motif yang sama. Yang membedakan adalah pada pemilihan bahan. Untuk kalangan atas, umumnya terbuat dari bahan mori halus cap sen, sementara untuk kalangan bawah terbuat dari mori kasar atau belacu.

 

Batik Betawi bahkan menjadi pakaian yang popuker di kalangan penduduk Betawi, terutama laki-laki Betawi yang di akhir abad XIX, terutama di wilayah Betawi Tengah mengenakan celana paksi alias celana panjang gombrang dari kain batik Betawi. Mereka menggunakan batik sebagai bahan celana seperti orang-orang Belanda.

 

Selain itu, batik Betawi juga  dikenakan sebagai pakaian sehari-hari, untuk hajatan atau pesta, dan plesiran atau jalan-jalan.

 

Jadi hampir lima abad usia kota Betawi, semakin marak dan menggeliat fenomena berkebaya dan kain batik Betawi.

 

 

 

Teks Hadriani. P | Foto Dok. Istimewa