Jakarta, Kirani – Sejak tahun 2014, gelang harapan (Bracelet of Hope) yang dibentuk oleh tiga sahabat, Wulan Guritno, Amanda Soekasah, dan Janna Soekasah Joesoef telah melakukan berbagai inisiasi solidaritas di banyak bidang bersama organisasi dan komunitas sosial. Pada pengujung tahun lalu, Gelang Harapan ini berkolaborasi bersama “Gerakan Hutan Itu Indonesia” untuk mendukung aksi pelestarian hutan Indonesia melalui program kampanye Hope For Forests.
Wulan Guritno, pendiri dari Gelang Harapan mengatakan, “Bracelet of Hope adalah untuk kehidupan, kata-kata hidup ini sering diasumsikan hanya untuk manusia. Sementara banyak sekali yang hidup di muka bumi ini ada hewan dan tumbuhan. Bracelet of Hope bergerak untuk semua kehidupan yang ada di muka bumi ini. Dan kini, melalui kampanye Hope For Forests memiliki harapan bisa menjadi pengingat dan sekaligus media edukasi tentang hutan bagi semua orang,” kata Wulan panjang lebar.
Sementara Janna Soekasah Joesoef, yang juga pendiri Gelang Harapan ikut memaparkan cerita perjalanannya mengenai hutan yang menjadi inspirasi dibentuknya kolaborasi pelestarian hutan.
Menurut puteri perancang ternama Ghea Soekasah ini, “Berawal dari perjalanan kami saat jalan-jalan ke hutan Tesso Nilo di Riau pada tahun 2018 yang membangkitkan semangat kesadaran kami tentang hutan. Pada akhirnya hal ini kami jadikan pembelajaran berharga dalam mencapai visi dan misi untuk kelestarian alam,” kata Janna.
Maka, melalui kampanye Hope For Forests ini, Janna ingin membantu menyebarkan harapan kelestarian dan keberlangsungan hutan Indonesia. “Ya, sesuai dengan misi Gelang Harapan itu sendiri yang menginginkan bahwa hutan bisa terus dinikmati oleh generasi selanjutnya, seperti filosofi gelang itu sendiri yang melingkar dan endless.”
Sementara Amanda Soekasah, menambahkan, “Yang membedakan dari produk sebelumnya dari Gelang Harapan adalah charm pohon pada gelang. Kemudian pembelian dari setiap gelang ini, nantinya akan didonasikan pada program adopsi pohon di hutan. Dengan bersama-sama membangkitkan kesadaran kita bisa menjadi bagian dari hutan. Tanpa hutan, kita tidak bisa hidup dan sejatinya kita semua saling terkoneksi satu sama lain,” ungkap Amanda saudara kembar Janna Soekasah ini panjang lebar.

Gelang Harapan Terbuat dari Bahan Daur Ulang
Gelang Hope For Forest yang dibuat dari bahan sisa kain produksi fesyen Ghea Resort ini untuk mendukung visi misi kelestarian hutan. Selain itu, gelangnya dibuat secara unik, sehingga tidak satupun gelang memiliki desain yang sama persis. Gelang ini dibuat dari bahan sisa daur ulang dan menggunakan pewarna alami yang sesuai dengan prinsip hidup keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Gelang ini merupakan hasil daur ulang sisa kain Jumputan karya Ghea Panggabean. ‘Jumputan’ itu sendiri bermakna ‘Kain Pelangi’. Dan pelangi merupakan simbol dari harapan.
Selain produk gelang, Gelang Harapan juga telah memiliki berbagai produk fashion lain dan telah berkolaborasi dengan banyak pihak. Sebagian hasil yang didapatkan dari penjualan produk-produk tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai aksi solidaritas Gelang Harapan.
Adapun Christian Natalie, Manajer Program dari Gerakan Hutan Itu Indonesia menjelaskan, ‘’Melalui kampanye #Hope4Forests bersama Gelang Harapan ini dapat lebih mengajak orang muda khususnya yang di kota untuk ikut ambil bagian melakukan aksi nyata. Yaitu menjaga dan melestarikan hutan, walaupun tinggal jauh dari hutan,” kata Christian.
Dan dengan mempunyai atau memakai gelang ini bisa jadi atribut sekaligus aksi karena langsung berdonasi untuk #AdopsiHutan ke hutan-hutan yang dijaga aktif oleh para masyarakat penjaga hutan yang butuh dukungan kita semua.
Menurut Christan Hutan Itu Indonesia (HII) adalah gerakan terbuka yang percaya pada kekuatan pesan positif untuk menumbuhkan rasa cinta kepada hutan Indonesia melalui cara yang unik, menyenangkan dan dilakukan secara kolaboratif. HII berdiri sejak 22 April 2016 di Jakarta yang memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya anak muda Indonesia di perkotaan yang tinggal jauh dari hutan, tentang kekayaan hutan Indonesia, dan berkontribusi dalam upaya menjaga hutan.
Pada Gelang Harapan Hope for Forests ini dibandrol seharga Rp275.000 untuk paket gelang dan adopsi hutan, dan Rp225.000 untuk paket gelang dan boneka SiHon. Pembelian bisa didapat melalui marketplace Shopee dan Tokopedia atau event offline yang diadakan oleh Ghea Resort dan Gelang Harapan.
Nantinya, seluruh hasil penjualan gelang didedikasikan untuk kegiatan aksi pelestarian hutan minimal satu tahun di kawasan hutan Sumatra, Kalimantan, Jambi, Bengkulu, dan Jawa Barat bersama Gerakan Hutan Itu Indonesia yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta anak muda perkotaan Indonesia terhadap hutan Indonesia.
Dari lima puluh persen keuntungan yang diperoleh nantinya diperuntukan untuk pembiayaan patroli hutan bersama masyarakat sekitar hutan yang diadopsi. Tujuan lain adalah mendukung usaha ekonomi hasil hutan bukan kayu (HHBK), mendukung kegiatan sosial-kemasyarakatan, publikasi, dan promosi termasuk penggunaan teknologi tepat guna seperti geotag pada lokasi pohon yang diadopsi.
Teks: Hadriani Pudjiarti | Foto: Dok.Istimewa

