Duta #BijakPlastikSejakDini: Aksi Mondelēz Indonesia Cetak Generasi Peduli Lingkungan

Jakarta, Kirani – Program edukasi pengelolaan sampah #BijakPlastikSejakDini dari Mondelēz Indonesia memasuki tahun keenam dengan gebrakan baru. Jika sebelumnya anak SD hanya menjadi peserta, kini mereka didorong menjadi Duta #BijakPlastikSejakDini yang aktif menginspirasi teman sebaya untuk peduli lingkungan.

Gerakan ini dikukuhkan melalui workshop “Membangun Generasi Peduli Lingkungan yang Aktif dan Inspiratif” di Jakarta, 10 Oktober 2026. Acara ini sekaligus menandai bergabungnya empat sekolah binaan baru dari Padang dan Jakarta.

Dari Peserta Menjadi Penggerak Lingkungan

Sejak 2021, Mondelēz Indonesia konsisten menjalankan program #BijakPlastikSejakDini dengan konsep Bank Sampah di sekolah. Anak-anak diajarkan memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah plastik secara bertanggung jawab.

Kini, perannya ditingkatkan. Anak tidak lagi hanya diajari, tapi menjadi pengajar bagi lingkungannya.

“Sejak 2021, #BijakPlastikSejakDini terus kami kembangkan untuk mendukung anak-anak membiasakan perilaku bijak mengelola sampah. Tahun ini, kami ingin memberikan ruang lebih luas bagi anak untuk mengambil peran aktif melalui Duta #BijakPlastikSejakDini. Ketika anak menjadi contoh, kebiasaan baik bisa tumbuh menjadi gerakan bersama,” ujar Marfusita Hamburgiwati, Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelēz Indonesia.

Hingga Juni 2026, dampaknya sudah terasa. Program ini telah menjangkau 23 sekolah binaan, melibatkan 5.700+ siswa, dan berhasil mengumpulkan 50,2 ton sampah plastik dan 116 ton sampah kemasan selama periode 2021-2026.

Didukung Kemendikdasmen dan KLH

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Program ini dinilai sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya Pilar Bermasyarakat.

Moch. Salim Somad, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang diwakili Minhajul Ngabidin, mengatakan kebiasaan peduli lingkungan perlu ditanamkan sejak dini sebagai pembentukan karakter.

“Kami mengapresiasi Duta #BijakPlastikSejakDini yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan positif,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH. Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, menegaskan pentingnya edukasi praktik nyata.

Momen pengukuhan Duta #BijakPlastikSejakDini dalam workshop di Jakarta, Kamis (8/10).

“Pengelolaan sampah tidak berhenti pada pemilahan. Kami mengapresiasi #BijakPlastikSejakDini sebagai upaya yang mendorong penerapan pengelolaan sampah sejak dini dan komitmen Mondelēz Indonesia dalam menjalankan Permen LHK No 75 Tahun 2019,” jelas Agus Rusly.

Sekolah Jadi Laboratorium Adiwiyata

Agar tidak berhenti di seremonial, sekolah didorong membangun budaya peduli lingkungan secara konsisten.

Lu’lu’ Agustina, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH, menjelaskan praktik seperti bank sampah dan pemilahan sampah bisa menjadi budaya sekolah sekaligus mendukung predikat Sekolah Adiwiyata.

Tahun ini, empat sekolah baru bergabung: SD RK II Fransiscus Padang, SD Semen Padang, SDN Bintaro 01, dan SDN Bintaro 02 Jakarta. Workshop juga diisi dengan pengukuhan duta, berbagi pengalaman, dan apresiasi.

Sejak 2023, #BijakPlastikSejakDini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kemendikdasmen.

“Bagi Mondelēz Indonesia, gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami ingin terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pemerintah agar kebiasaan positif ini terus berkembang,” tutup Marfusita.

Teks : Galuh | Foto : Mondelez Indonesia.