Dukung UMKM Fashion, Tokopedia Gandeng Dekranasda Gelar Festival Fashion Lokal Jabar

Jakarta, Kirani – Perkembangan UMKM fashion di wilayah Jawa Barat yang begitu pesat, menggerakkan Tokopedia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat (Dekranasda Jabar) untuk menggelar Festival Fashion Lokal Jawa Barat.

 

Senior Lead Fashion Tokopedia, Aldhy Darmayo menjelaskan bahwa festival ini bertujuan mendekatkan pembeli dengan penjual terdekat demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami berharap produk lokal semakin menjadi pilihan utama masyarakat dan UMKM – termasuk yang bergerak di industri fesyen – bisa meraja di negeri sendiri,” ungkapnya.

 

Peningkatan pesat kategori fesyen di daerah Jawa Barat terjadi dari sisi jumlah penjual dan jumlah transaksi yang hampir 2x lipat selama kuartal III 2021, dibandingkan waktu yang sama tahun sebelumnya.

 

Ketua Dekranasda Jawa Barat, Atalia Praratya, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi Tokopedia yang telah memberikan panggung bagi para pelaku UMKM fesyen di Jabar lewat Festival Fashion Lokal. Lewat festival ini, produk fesyen buatan UMKM Jabar bisa dengan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada.”

 

Diikuti oleh UMKM Jabar, seperti Nayara, Ame Raincoat dan Gonegani. Sejak 11- 28 Oktober 2021, masyarakat bisa mendapat produk fesyen terkurasi buatan UMKM Jabar dengan beragam penawaran, seperti bebas ongkir, cashback, flash sale dan lain-lain. Berikut profil mereka:

 

Peluncuran Festival Fashion Lokal Jawa Barat, dihadiri oleh Ketua Dekranasda Jawa Barat, Atalia Praratya, Senior Lead Fashion Tokopedia, Aldhy Darmayo, Perwakilan UMKM fesyen wanita;  Pemilik Nayara, Andrina Effendi, Perwakilan UMKM fesyen muslim;Pemilik Gonegani, Khairul Gani, serta Perwakilan UMKM fesyen pria: Pemilik Ame Raincoat, Mirza Miftah dan Bimo Atiflu.

 

Nayara, UMKM fesyen wanita yang berawal dari penjualan offline, mulai dari ritel hingga pameran, namun terdampak oleh pandemi. “Omzet kami sempat turun drastis,” jelas Pendiri Nayara, Adrina Effendi. “Tokopedia menjadi harapan bagi Nayara untuk mempertahankan penjualan di tengah pandemi. Sejak rutin mengikuti kampanye di Tokopedia, kami mampu menjual ratusan produk setiap bulan. Omzet bulanan pun kembali mencapai puluhan juta,” ujar Adrina.

 

Ame Raincoat – Berawal dari tugas kuliah desain produk, Mirza Miftah dan Bimo Atiflu, lalu meneruskan berbisnis jas hujan dengan merek Ame Raincoat. “Semua produk Ame Raincoat terbuat dari bahan polyester terbaik dan 100% lokal,” jelas Mirza.

 

Sempat mengalami penurunan penjualan di awal pandemi, keadaan ini memotivasi Mirza dan Bimo untuk berinovasi dari segi produk, seperti membuat masker kain. “Terus berinovasi dan memaksimalkan pemanfaatan platform digital Tokopedia membuat penjualan Ame Raincoat meningkat hingga 2x lipat,” kata Bimo.

 

Gonegani – Berawal dari mencari cara untuk hidup mandiri selama kuliah, Khairul Gani memberanikan diri berjualan baju siap pakai. Dengan modal Rp1 juta, ia membuat produk fesyen muslim rancangan sendiri yang diberi nama Gonegani pada 2016.

 

“Lewat Tokopedia, kini omzet kami bisa mencapai ratusan juta per bulan. Nama Gonegani bahkan dikenal dari Aceh hingga Papua,” tutup Khairul.

 

 

 

Teks : Setia Bekti | Foto: dok. Tokopedia

 

 

Facebook Comments