Bali, Kirani – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) Gandeng Indonesia Fashion Chamber (IFC) hadirkan inovasi dalam pembinaan warga binaan di ajang Bali Fashion Trend 2026 yang berlangsung pada 18-21 Desember 2025 di Onyx Park Resort, Ubud, Gianyar, Bali.
Mengusung tema Beyond Beauty, menandai pergeseran paradigma pembinaan dari pendekatan konvensional menuju integrasi industri kreatif profesional, khususnya dalam pengembangan produk fashion yang menggabungkan aspek sosial, psikologis, dan reintegrasi sosial warga binaan.
Desainer IFC yakni Sofie, Lisa Fitria, dan Irmasari melakukan pendampingan dan memberikan pembinaan produk kerajinan warga binaan, seperti batik, anyaman, bordir, dan produk kulit dengan desain fashion kontemporer, menciptakan nilai tambah estetika dan komersial yang signifikan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas, Mashudi, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen sistem pemasyarakatan Indonesia dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berorientasi pada masa depan warga binaan.
“Program ‘Beyond Beauty’ memposisikan warga binaan sebagai co-creator dalam industri fashion profesional. Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, identitas positif, dan harapan akan masa depan yang lebih baik,” ujar Mashudi.

Tiga Pilar Utama.
Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan produk fashion melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah quality control dengan pendekatan edukatif, di mana warga binaan mempelajari standar kualitas industri fashion profesional, mulai dari pemilihan bahan, teknik pengerjaan, hingga finishing yang memenuhi ekspektasi pasar.
Pilar kedua adalah capsule collection dengan narasi transformasi, di mana setiap produk memiliki cerita transformasi yang menciptakan emotional connection dengan konsumen dan mengubah persepsi terhadap produk warga binaan.
Pilar ketiga adalah storytelling sebagai strategi branding, yang mengubah produk narapidana menjadi transformative fashion yang bermakna secara sosial dan bernilai tinggi secara ekonomi.
Bali Fashion Trend 2026 menjadi platform strategis untuk memperkenalkan hasil kolaborasi ini kepada pasar global. Advisory IFC Ali Charisma menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk kontribusi nyata industri fashion terhadap transformasi sosial.
“Fashion bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang makna dan dampak sosial. Kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan membuktikan bahwa industri kreatif dapat menjadi medium transformasi yang powerful bagi warga binaan,” ungkap Ketua IFC Lenny Agustin.

Harapan Baru Bagi Warga Binaan.
Dampak signifikan pada berbagai dimensi bagi warga binaan, dari sisi dampak sosial dan psikologis, program ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan diri warga binaan melalui pengakuan atas keterampilan mereka di panggung internasional, membangun identitas positif dari “narapidana” menjadi “artisan” yang berkontribusi pada industri kreatif nasional, serta menghancurkan stigma terhadap produk warga binaan melalui kolaborasi dengan desainer profesional ternama.
Sementara itu, dari sisi dampak sistemik, kolaborasi ini diharapkan menjadi model rujukan dalam integrasi pemasyarakatan dengan industri kreatif, memberikan dukungan terhadap visi sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi reintegrasi sosial, serta mengimplementasikan nilai-nilai KUHP Baru 2025 yang menekankan rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas berkomitmen untuk mengembangkan program ini secara berkelanjutan melalui perluasan kolaborasi dengan lebih banyak desainer dan brand fashion nasional, pengembangan platform distribusi produk warga binaan ke pasar domestik dan internasional, peningkatan kapasitas pembinaan di lebih banyak unit pelaksana teknis pemasyarakatan, serta monitoring dan evaluasi dampak program terhadap tingkat residivisme dan keberhasilan reintegrasi sosial.
Berikut adalah kolaborasi dari berbagai hasil lapas dalam pergelaran ini:
- Batik Desainer SOFIE ; Batik Tulis Lapas Perempuan Jambi, Batik Cap Lapas Perempuan Bengkulu, Batik Cap Lapas Perempuan Manado (2 motif), Batik Tulis LPP Malang (2 motif), Batik Tulis Lapas Kelas 1 Semarang (2 motif), Batik Tulis LP Tembilahan (2 motif), Batik Tulis Lapas Perempuan Pontianak, Batik Tulis Lapas 1 Malang, Batik Tulis Rutan Sumenep, Batik Tulis Lapas Kelas 1 Madiun, Batik Tulis Lapas Bojonegoro, Sasirangan Lapas Karang Intan, Batik Tulis LP Kraksaan.
- Batik Desainer Irmasari Joedawinata; Batik Tulis Lapas Narkotika Sawahlunto, Batik Tulis Lapas 1 Semarang, Batik Tulis Lapas Perempuan Jambi, Batik Tulis Lapas Kelas II A Subang, Batik Tulis Lapas Perempuan Jambi, Batik Cap Rutan Sumenep, Batik Cap LP Pekalongan.
- Batik Desainer Lisa Fitria; Batik Tulis Lapas Perempuan Palangkaraya, Batik Tulis Lapas Nunukan, Batik Tulis Lapas Taraka, Batik Cap Lapas Permisan, Batik Tulis Lapas Perempuan Bandung, Batik Cap Rutan Trenggalek, Sibori Rutan Trenggalek.
Teks : Galuh | Foto : IFC.

