Jakarta, Kirani – Buttonscarves resmi meluncurkan koleksi terbaru Under The Sea Series lewat aktivasi tahunan Tropical Paradise Takeover 2026. Acara brand fesyen Indonesia ini digelar di Land’s End, PIK 2, Jakarta Utara, mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Memasuki tahun ketiga, Tropical Paradise Takeover mengusung Deep Teal sebagai warna utama. Warna biru kehijauan pekat ini dipilih karena mengikuti tren warna 2026 dan merepresentasikan kedalaman laut.
“Setiap koleksi Tropical Paradise memiliki warna khas. Tahun ini kami pilih Deep Teal karena memberi kesan tenang seperti melihat horizon laut. Aku selalu memiliki kedekatan emosional dengan tema laut, pengalaman berada di laut selalu memberinya ketenangan sekaligus inspirasi dalam merancang koleksi,”ujar CEO Buttonscarves, Linda Anggrea.
Warna ini diaplikasikan ke seluruh lini produk Buttonscarves 2026: scarf, ready to wear, tas, sepatu, kacamata, hingga lifestyle. Total ada lebih dari 20 produk baru. Sentuhan Fuchsia tetap dipertahankan sebagai identitas brand.

Jadwal & Lokasi Tropical Paradise Takeover 2026 di PIK 2
Selama sebulan, pengunjung bisa datang ke Land’s End, PIK 2 untuk menikmati:
- Pop-up store koleksi Under The Sea Series
- Instalasi bernuansa laut dan area foto interaktif
- Kolaborasi kuliner bersama tenant di kawasan PIK 2
- Aktivitas komunitas bersama Buttonscarves Community
Acara ini terbuka untuk umum, komunitas, dan keluarga, yang bisa menjadi silaturahmi dan interaksi satu sama lain. Dalam pop-up store terdapat koleksi musim panas yang dirancang khusus untuk iklim Indonesia. Materialnya ringan dan breathable, nyaman dipakai outdoor maupun di ruangan ber-AC.
“Kami ingin orang-orang menikmati liburan dengan pakaian yang ringan, nyaman, dan tetap fashionable,” kata Linda.
Visi Buttonscarves Bawa Brand Lokal ke Kancah Global
Lewat konsistensi Tropical Paradise Takeover, Buttonscarves ingin membuktikan fashion brand Indonesia bisa bersaing di tingkat global.

“Indonesia punya pasar besar dan talenta kreatif berstandar dunia. Kami optimis brand Asia Tenggara bisa sejajar dengan label internasional,” tutup Linda.
Teks : Galuh | Foto : Buttonscarves.

