Batik Keris x PPLIPI Rayakan Hari Batik Nasional dengan Runway & Aksi Sosial

Jakarta, Kirani – Batik bukan lagi sekadar warisan yang disimpan di lemari. Di tangan Batik Keris, batik terus hidup, relevan, dan punya dampak nyata.

Memperingati Hari Batik Nasional, Batik Keris berkolaborasi dengan Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) menghadirkan perayaan batik yang berbeda.

Digelar megah di Fairmont Jakarta, perayaan ini mengusung tema kuat: “Cinta Batik, Cinta UMKM”. Ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan perayaan yang memadukan tiga kekuatan sekaligus: fashion, warisan budaya, dan aksi sosial.

Sorotan utama ada di runway. Bagaimana Batik Keris menerjemahkan kekayaan Indonesia menjadi fashion modern tanpa kehilangan akarnya. Tahun ini, Batik Keris secara khusus memperkenalkan koleksi terbarunya: Rona Rempah. Koleksi ini terinspirasi dari hal yang paling Indonesia: kekayaan rempah Nusantara. 

Cengkeh, kecombrang, kemukus, dan kunyit. Rempah-rempah yang selama ratusan tahun menjadi identitas dan sejarah panjang negeri ini.Melalui Rona Rempah, keindahan itu diubah menjadi motif batik kontemporer dalam nuansa warna bumi yang hangat dan elegan. Setiap helainya menjadi refleksi hubungan antara alam, budaya, dan identitas perempuan Indonesia.

“Batik merupakan bagian penting dari identitas dan perjalanan budaya Indonesia. Melalui perayaan Hari Batik Nasional ini, kami ingin menghadirkan batik dalam ruang yang lebih luas, tidak hanya sebagai warisan yang wajib dijaga, tetapi juga sebagai karya yang terus berkembang dan relevan dengan kehidupan masa kini,” papar Lina Kusyanto Handianto, CEO Batik Keris.

Perayaan Hari Batik Nasional Batik Keris x PPLIPI Charity Runway Exhibition Rona Rempah di Fairmont Jakarta.

Tak hanya runway, area Exhibition juga mengajak pengunjung melihat lebih dekat proses kreatif di balik batik. Mulai dari eksplorasi motif, permainan warna, hingga craftsmanship yang menjadi ciri khas Batik Keris selama 80 tahun.

Saat Fashion Berjalan Beriringan dengan Kepedulian

Yang membuat perayaan Batik Keris Hari Batik Nasional ini istimewa adalah dampak sosialnya. Kolaborasi dengan PPLIPI tidak berhenti pada apresiasi budaya saja. Acara ini juga menjadi ruang untuk menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Inilah semangat Cinta Batik, Cinta UMKM yang sesungguhnya.

“Kami percaya bahwa kepedulian akan menjadi lebih berarti ketika dilakukan bersama-sama. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi,” ungkap Dra. Hj. Indah Suryadharma Ali, MBA, Ketua Umum PPLIPI.

Aksi sosial ini diwujudkan melalui program Auction for Charity. Enam desainer kenamaan Indonesia turut berpartisipasi melelang koleksi eksklusifnya. Mereka adalah Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Ayu Dyah Andari, dan Marini Zumarnis. 

Hasil lelang akan didonasikan sepenuhnya untuk program PPLIPI Peduli UMKM yang akan dilaksanakan pada November 2026. Selain lelang, Batik Keris juga memberikan donasi dari setiap penjualan produk batik melalui jaringan retail. Saat ini, Batik Keris telah memiliki lebih dari 125 gerai di Indonesia dan mancanegara.

Runway koleksi Rona Rempah Batik Keris Hari Batik Nasional di Fairmont Jakarta

Lebih dari Perayaan, Ini adalah Gerakan

Bagi Lina Handianto, generasi keenam penerus Batik Keris, kegiatan charity ini bukan hanya tentang bantuan. Ini adalah tentang membangun solidaritas dan menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap batik yang telah mendapat pengakuan UNESCO. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan spesial dari Vina Panduwinata, Cakra Khan, dan Sania yang menghidupkan suasana Fairmont Jakarta.

Dengan mempertemukan fashion, heritage, dan social impact, Batik Keris bersama PPLIPI berhasil menghadirkan perayaan Hari Batik Nasional yang tidak sekadar mengenang warisan. Namun juga merayakan bagaimana batik terus menemukan bentuk dan makna baru di kehidupan masa kini.

Teks : Galuh | Foto : PPLIPI.