Mahkota Miss Universe Karya Naomi Julia Soegianto

Batik hingga Anggrek Menghiasi Mahkota Miss Universe Karya Naomi Julia Soegianto

Jakarta, Kirani – Kita mengenal beberapa ajang pageant internasional, tapi satu yang paling menyita perhatian, yaitu Miss Universe. Indonesia sendiri sudah sejak tahun 1974 mengirim perwakilannya ke ajang bergengsi tersebut. Dan kali ini, kita boleh berbangga atas kepercayaan yang diberikan pada desainer jewelry negeri ini, Naomi Julia Soegianto, untuk membuat mahkota Miss Universe Indonesia, Miss Universe Singapura, dan Miss Universe Hong Kong tahun 2025. Ini merupakan kepercayaan kedua setelah tahun 2024 lalu, Naomi juga diminta membuat mahkota Miss Universe Indonesia.

Kepercayaan ini menunjukkan bahwa karya cipta desainer Indonesia mampu diapresiasi mancanegara. Karya Naomi yang hadir di ajang Miss Universe Singapura dan Hong Kong membuktikan kemampuan desainer dalam negeri untuk menembus level citra dunia terhadap karya seni fesyen, khususnya jewelry.

Bagi Naomi, dipercaya membuat mahkota Miss Universe,  simbol kemenangan dan penanda terpenting tradisi pageant, merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar.

Teratai Nusantara

Tahun lalu, saat pertama kali diberi kepercayaan, Naomi menerimanya dengan bergetar sambil membangun keberanian. Kala itu pihak penyelenggara MUI memintanya memilih tema Garuda atau Lotus sebagai dasar desain. Naomi memilih Lotus dan mempresentasikan itu sebagai gambaran kekuatan dan kelembutan perempuan Indonesia.

“Saat itu sebetulnya banyak referensi yang bisa saya pelajari dari mahkota-mahkota di tahun sebelumnya. Namun saya memilih berpikir murni dari nol dengan merenungkan filosofi Miss Universe yang bisa dialirkan melalui desain bertema Lotus,” tutur Naomi.

Perempuan cantik ini menyadari, kekuatan perempuan mampu memberikan kontribusi besar bagi lingkungan sekitarnya dan dunia. “Kelembutan dan sifat welas asih perempuan akan semakin bercahaya ketika diiringi oleh kepribadian kokoh, kecerdasan, wawasan luas, dan cara berpikir yang terbuka, serta kemandirian,” ujarnya.

Dengan dasar pemikiran itulah dia merancang mahkota MUI 2024 dengan nama Teratai Nusantara. Desainnya sangat artistik, feminin, namun memancarkan citra kokoh dan modern. Detail keindahannya pun sangat bernuansa Indonesia. “Penyelenggara hanya memberikan petunjuk ukuran, namun membebaskan saya berkreasi. Kemerdekaan ini menjadi suatu hal yang sangat penting sehingga saya bisa berkreasi dengan sangat enjoy dan fokus.”

Jiwanta
Mahkota Miss Universe Indonesia
Mahkota Miss Universe Indonesia

Tahun ini, bukan hanya Miss Universe Indonesia, tapi Miss Universe Singapura dan Hong Kong pun memberi kepercayaan untuk membuat mahkota. Ini bukan hanya menciptakan kebanggaan bagi diri Naomi, namun sekaligus juga Indonesia. Naomi dinilai mampu mempresentasikan kekuatan dan keanggunan perempuan disertai budaya lokal ke dalam rancangan mahkota.

Untuk MUI 2025 yang digelar pada bulan September ini, mahkota pemenang mengusung tema Jiwanta, yang dalam bahasa Sansekerta bermakna jiwa yang tenang. Ornamen keindahan diilhami oleh Batik yang merupakan budaya kuat Indonesia. Ini menjadi tantangan tersendiri karena penerjemahan filosofi Batik yang sangat luas.

Penciptaan desain kemudian menyerap nilai-nilai indah bangsa Indonesia, yakni keluhuran budi, kebijaksanaan, tekad kuat dalam berjuang, sekaligus kesabaran dalam berproses. Itulah yang diterapkan dalam mahkota Jiwanta untuk MUI 2025. Filosofi ini menjadi sangat relevan disandingkan dengan keadaan dunia saat ini yang banyak diwarnai ujian.

60 Anggrek dalam Satu Mahkota

Mahkota Miss Universe Singapura menjadi tantangan menggetarkan, karena akan digunakan di luar Indonesia. Naomi melewatkan diskusi mendalam dengan penyelenggara di negeri Singa untuk mendapatkan “ruh” desain yang tepat.

“Mereka mengatakan bahwa tahun ini sangat bermakna bagi rakyat Singapura karena merupakan tahun ke 60 kemerdekaan negeri. Saya kemudian menanyakan simbol yang populer untuk mencerminkan Singapura. Mereka menjawab, Orchid atau anggrek. Mereka juga mengharapkan modern look, tidak terkesan tradisional, dan bright.” Dari diskusi mendalam itulah, Naomi kemudian merancang mahkota dengan hiasan berbentuk anggrek sebanyak 60 buah. Karakter desain dibuat modern sesuai keinginan penyelenggara dan mengesankan diamond look.

Demikian pula mahkota bagi Miss Universe Hong Kong. Naomi melakukan diskusi intensif untuk bisa menyerap semangat perempuan di negeri Asia Timur itu. Perempuan Hong Kong sangat gesit, taktis, mandiri, dan menyukai hal-hal yang simpel serta praktis. Budaya hidup mereka adalah bekerja keras dan cerdas, efisien, dan dengan mobilitas tinggi. “Saya merancang mahkota dengan look yang simpel, sangat modern, sekaligus elegan dan kokoh.”

Naomi menggunakan sejumlah material dalam karya-karya mahkotanya. Silver, gold, aneka stones atau bebatuan, termasuk zircon Swarovski. Semburat putih dan emas yang kekuningan ditata penuh harmoni menghasilkan desain yang sangat artistik, mencirikan budaya lokal, namun dengan selera Internasional.

Teks: Setia | Foto: Tim Muara Bagdja