5D, Cara Melawan Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Jakarta, Kirani – Stand Up Against Street Harassment merupakan adalah kampanye global intervensi pelecehan seksual di ruang publik, dan bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang aman, nyaman dan inklusif bagi semua orang. L’Oréal Paris bekerja sama dengan Hollaback! menggaungkan kampanye ini dan menggelar pelatihan 5D untuk melawan pelecehan seksual di ruang publik.

 

Brand General Manager L’Oréal Paris Indonesia Maria Adina mengatakan, usaha menghapus terjadinya pelecehan seksual di ruang publik tidak akan bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak saja. Diperlukan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, dan sudah menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk bahu-membahu melakukannya.

 

“Karena itu L’Oréal Paris bersama para mitra strategis, akan terus menggaungkan kampanye Stand Up Against Street Harassment di Indonesia, agar lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengerti cara mengintervensi situasi pelecehan seksual di ruang publik dan lebih peduli kepada lingkungan sekitar,” kata Maria dalam keterangannya baru-baru ini.

 

Metode 5D dari Hollaback! adalah kumpulan alat yang diakui oleh para ahli yang dapat membantu kamu mengintervensi dengan aman ketika menyaksikan pelecehan di tempat umum.

 

Hingga saat ini, sudah lebih dari 370.000 orang yang mengikuti pelatihan 5D dan angka ini terus meningkat dari hari ke hari.

 

Site Leader & Co-Director of Hollaback! Jakarta Anindya Restuviani mengatakan, training 5D hadir sebagai solusi, sebuah metode intervensi yang telah diakui oleh sejumlah ahli sebagai solusi aman, praktis dan efektif untuk diimplementasikan baik bagi saksi maupun saat kita mengalami pelecehan seksual.

 

“Seringkali ketika kita menjadi saksi insiden pelecehan seksual di ruang publik, kita berpikir bahwa kita tidak dapat membantu. Untuk itu kita perlu bersama-sama berlatih mengambil tindakan, untuk membantu mereka yang mengalami pelecehan seksual seketika, sehingga merasa aman di ruang public,” katanya.

 

Sejak tahun 2016, Hollaback! Jakarta telah menjalankan tugasnya dalam melawan tindakan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. “Kami sangat mengapresiasi L’Oréal Paris yang telah mendukung misi utama kami dimana bersama-sama kita dapat memberdayakan masyarakat untuk bertindak, bagi dirinya dan orang lain, saat ini dan di masa mendatang.” kata Anindya.

 

“Saya percaya setiap individu sangatlah berharga, dan kita berhak untuk merasa aman dan nyaman untuk menjalani hidup kita dan mencapai impian kita. Bersama-sama kita bisa mengakhiri isu ini, dan membuat perempuan Indonesia merasa aman di tempat umum. Itu sebabnya, saya bangga bisa menjadi Spokeperson L’Oréal Paris dan menggunakan suara saya untuk memberikan inspirasi melalui edukasi dan mengajak semua orang mengikuti pelatihan ini, karena saat yang lain diam saja, #WeStandUp!” Cinta Laura, Spokesperson L’Oréal Paris.

 

Berikut Metode 5D:

Dialihkan

Berpura-pura menjadi teman, menanyakan waktu, alihkan perhatian, Anda bisa melakukan hal yang kreatif.

 

Dilaporkan

Temukan seseorang yang berwenang (misalnya guru, bartender, atau pengemudi bus) dan minta mereka untuk membantu.

 

Dokumentasikan

Perhatikan dan saksikan, tuliskan atau rekam video pelecehan, berikan rekaman kepada korban dan jangan pernah memposting rekaman daring atau menggunakannya tanpa izin dari korban.

 

Ditegur

Berbicaralah dan tegur pelaku pelecehan, lalu alihkan perhatian Anda kepada orang yang dilecehkan. Jika pelaku merespons, abaikan mereka; jangan memperkeruh situasi. Hanya gunakan Ditegur sebagai upaya terakhir untuk mencegah terjadinya kekerasan. Keamanan Anda dan korban pelecehan harus diutamakan.

 

Ditenangkan

Tenangkan korban pelecehan setelah pelecehan terjadi dan akui bahwa perilaku itu adalah salah. Posisikan diri anda sebagai seorang teman.

 

 

 

Teks: S Widia

 

 

Facebook Comments