Rancangan Etnik Modern untuk Jalinan Lungsi Pakan 2023

Jakarta, Kirani – Cita Tenun Indonesia (CTI) menggandeng lima desainer mode dengan garis rancang berbeda untuk tampil dalam satu panggung di event JF3 Fashion Festival 2023. Selain menunjukkan karya terbaru, kelima desainer itu dituntut kreativitasnya dalam mengolah tenun agar  dapat diterima  berbagai lapisan masyarakat  dengan selera mode kontemporer yang beragam.

Jalinan Lungsi Pakan yang telah berjalan sejak tahun 2012 merupakan salah satu bentuk kepedulian JF3 dan Summarecon Group pada wastra Tenun. “Indonesia memiliki jenis, struktur dan teknik Tenun yang paling kaya di dunia. ‘Jalinan Lungsi Pakan’ merupakan platform jitu untuk mengenalkan wawasan tersebut pada publik dan ranah mode kontemporer,” tutur Sjamsidar Isa, pengurus Cita Tenun Indonesia, yang aktif memberikan  pendampingan pada perajin tenun hingga ke pelosok di 13 provinsi.

Didi Budiardjo

Tantangan yang ditemui oleh para desainer saat mengolah kain tenun adalah membuat  desain tanpa merusak atau sembarang memotongnya . Seperti yang kita tahu, untuk menjalin benang menjadi sehelai kain tenun memerlukan  waktu cukup lama, apalagi setiap motif memiliki makna tersendiri. Didi Budiardjo, Priyo Oktaviano, Yogie Pratama, Ria Miranda, dan Amot Syamsuri Muda menjawab tantangan tersebut. Kain tenun dari berbagai daerah dikembangkan menjadi berbagai busana  kekinian.  

Priyo Oktaviano

Desainer senior Didi Budiardjo mempresentasikan hasil pelatihan CTI di daerah Wajo, Sulawesi Selatan lewat “Ewako”. Tenun Wajo Motif Lagossi, Balo Matettong, Balo Pucuk, Balo Lo’bang dan Lontaraq pada koleksi ini adalah buah kerja sama dengan desainer tekstil Koesoemaningsih yang digarap dalam intrikasi unik dan menawan.

Yogie Pratama

Memetik inspirasi sejarah Lombok, Priyo Oktaviano menyajikan “Sasak”, koleksi busana pria dan wanita bernapas konseptual hasil kombinasi antara Tenun Songket Lombok kaya warna dengan material tafeta, kristal dan mutiara  dalam siluet berpotongan lurus.

Hasil dengembangan desain Tenun Sambas IV diinterpretasi lewat kepiawaian Yogie Pratama dalam memainkan struktur untuk koleksi “Salok”, yang bermakna rindu. Tenun Cual dan Tenun Lunggi yang dipakai merupakan rancangan desainer tekstil Ratna Panggabean.

Ria Miranda

Ria Miranda yang dikenal dengan desain bernuansa pastel, menggarap tema “Lora”. Ia  memainkan jukstaposisi apik antara Tenun Hem Garut yang maskulin dengan siluet, detail dan aplikasi cantik. Ini merupakan kali pertama CTI mengajak kolaborasi desainer modest wear untuk Jalinan Lungsi Pakan 2023, sekaligus pertama kali pula Ria Miranda memakai warna-warna bold pada rancangannya.

Amot Syamsuri Muda

Deretan busana pria bertema Hidden Gems ditampilkan Amot Syamsuri Muda dengan media Tenun Jawa Tengah. Sang desainer menawarkan koleksi casual dan segar yang menggabungkan Tenun corak geometris dengan bahan denim serta motif garis dan kotak.

Teks: Ratna Kamil  | Foto: Dok. JF3