Sering Main Gadget? Hati-Hati ‘Text Neck Syndrome’ Mengincar Anda

Jakarta, Kirani – Sekarang ini rasanya sulit sekali kita menemui orang yang tidak memegang smartphone. Baik anak-anak maupun orang dewasa sudah menjadikan gadget, baik smartphone maupun tablet sebagai bagian dari keseharian mereka. Sebutan ‘generasi menunduk’ pun diarahkan kepada mereka yang seakan tak dapat melepaskan matanya sedetik pun dari layar gadget.

 

Nah, akibat terlalu banyak menunduk ini pada akhirnya banyak orang yang mulai merasakan nyeri atau sakit pada leher dan kepala. Kondisi ini kemudian disebut dengan “Text Neck Syndrome”. Sebuah kondisi yang dapat menjadi masalah serius bila dibiarkan berlarur-larut. Istilah text neck pertama kali diciptakan oleh Dr. D L Fishman, seorang chiropractor AS. Text neck syndrome adalah penyakit  yang terjadi akibat penggunaan otot leher, otot punggung, dan otot bahu secara berlebihan.

 

Hal ini disebabkan akibat posisi menunduk yang terus menerus dilakukan seseorang dalam jangka waktu yang lama. Dan sekarang ini, biasanya dilakukan  pada saat seseorang sedang menggunakan ponsel.

 

Gejala Text Neck Syndrome

 

Sindrom text neck ini memiliki beberapa gejala yang bisa Anda amati baik pada diri sendiri maupun pada anak-anak. Apa saja gejalanya?

– Pegal di area leher atau punggung bagian atas, baik saat menggunakan smartphone maupun tidak.
– Rasa kaku pada bahu
– Nyeri seperti ditusuk-tusuk pada area leher dan bahu, terutama pada malam hari menjelang tidur.
– Sakit kepala yang hilang timbul, dan sering kali timbul saat menggunakan smartphone.
– Mati rasa pada lengan.
– Sesak nafas akibat postur kepala yang terlalu ke depan saat menggunakan smartphone, menyebabkan penurunan fungsi paru sebanyak 30%.

 

Anak-anak pun beresiko mengalami ‘text neck syndrome’

 

Bukan hanya pada orang dewasa, sindrom ini juga dapat dialami oleh anak-anak dan remaja. Sebuah studi membuktikan bahwa anak-anak dan remaja menghabiskan rata-rata 5-7 jam sehari untuk membaca pesan, chat, atau bermain game pada  smartphone mereka. Tentu saja mereka melakukannya dengan posisi menunduk atau leher menekuk ke bawah.

 

Akibat dari Text Neck Syndrome

 

Kebanyakan orang mungkin menganggap remeh text neck syndrome ini. Padahal bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan nyeri leher dan punggung yang kronis, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Pada anak-anak, saat mereka memasuki usia 20-30 tahun akan terjadi perubahan degenaratif pada postur tubuh mereka. Kemungkinan mereka akan memiliki postur bungkuk pada usia yang relatif masih muda.

 

Bukan hanya itu, sindrom ini juga bisa mengganggu kesehatan mereka yang dapat berakibat anak-anak mengkonsumsi obat-obatan lebih banyak atau bahkan menjalani operasi di usia muda. Kondisi text neck yang menahun juga dapat mengakibatkan bantalan antar-ruas tulang belakang keluar dari posisi sebelumnya sehingga menekan saraf. Saraf pada leher berfungsi untuk mengatur nafas. Jika saraf tersebut rusak, maka kita akan mengalami kesulitan dalam bernafas.

 

Bagaimana Mengatasi Text Neck Syndrome

 

Setelah mengetahui gejala dan akibat dari text neck syndrome ini, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

 

1. Batasi penggunaan smartphone
Yang pertama dan paling penting adalah batasi penggunaan smartphone. Baik pada Anda maupun pada anak-anak Anda. Dilansir dari liputan6.com, menurut Patrick Kerr, ahli kesehatan asal New York, saat postur seseorang berada pada posisi tegak, maka kepala akan seimbang dengan leher. Namun saat kepala menunduk, maka kondisi kepala dan leher menjadi tidak seimbang. Kondisi inilah yang lalu menimbulkan text neck syndrome.

 

Posisi smartphone sejajar dengan mata mengurangi resiko ‘text neck syndrome’

 

2. Posisikan smartphone sejajar dengan mata
Bila memang Anda terpaksa menggunakan smartphone dalam waktu lama, usahakan posisi smartphone sejajar dengan posisi mata. Sebuah studi mengatakan bahwa berat kepala manusia pada posisi netral sekitar 5-6 kg. Pada posisi menunduk dengan sudut 15 derajat berat ini bertambah 14 kg, lalu pada sudut 30 derajat bertambah 20 kg, 30 kg pada posisi menunduk 60 derajat. Dapat dibayangkan berapa berat yang harus ditopang oleh leher setiap harinya saat Anda menggunakan smartphone dengan kepala menunduk?

 

3. Istirahat saat menggunakan smartphone
Berilah istirahat pada diri Anda sekitar 20-30 menit sekali saat sedang menggunakan smartphone. Letakkan smartphone sekitar 2-3 menit untuk memberikan kesempatan kepada leher, punggung, dan bahu agar dapat berelaksasi.

 

4. Lakukan peregangan otot
Peregangan otot setelah penggunaan smartphone yang cukup lama penting untuk mengatasi nyeri leher. Caranya pun cukup mudah, tundukkan dan tengadahkan kepala secara bergantian, lalu tekuk ke kanan dan kiri bergantian. Juga lakukan gerakan memutar bahu searah dan berlawanan arah jarum jam secara bergantian. Dengan peregangan ini diharapkan otot dapat kembali normal dan terhindar dari sindrom text neck.

 

5. Hubungi dokter

Bila nyeri leher yang Anda rasakan masih terus berlanjut atau bahkan semakin menjadi, maka saatnya untuk mengunjungi dokter. Semakin cepat Ada mendapatkan perawatan dari ahlinya, semakin sedikit resiko atau akibat yang dapat terjadi pada kesehatan Anda.

 

 

Teks : Setia Bekti/dari berbagai sumber | Foto : Dok. Istimewa

 

 

 

Facebook Comments