Pentingnya Jujur Masalah Keungan Saat Anda Berencana Menikah

Jakarta, Kirani – Saat masih usia belasan, menjalin hubungan mungkin hanya bagian dari indahnya kehidupan masa remaja. Namun saat beranjak dewasa, biasanya Anda mengharapkan hubungan yang lebih serius dan berujung pada pernikahan.

 

Satu hal yang penting untuk Anda terapkan dalam sebuah hubungan yang serius adalah kejujuran. Kejujuran mengenai banyak hal, salah satunya adalah mengenai keuangan. Penting untuk jujur mengenai masalah keuangan kepada orang yang akan menjalani hidup bersama selama sisa hidup Anda.

 

Ketika Anda sudah memutuskan bahwa pasangan Anda yang sekarang adalah pasangan yang akan menemani Anda mengarungi bahtera rumahtangga, maka penting untuk menemukan strategi pengaturan keuangan yang sesuai dengan karakter Anda berdua. Selain itu, sebaiknya tinggalkan beberapa kebiasaan lama Anda, dan mulai dengan kebiasaan yang baru, seperti :

1. Kebiasaan berhutang
Biasa berhutang untuk membeli gadget terbaru? Selalu mengganti smartphone Anda dengan keluaran terbaru? Ada baiknya Anda meninggalkan kebiasaan tersebut. Jangan lupa, bila saat ini Anda masih memiliki tanggungan hutang, katakanlah sejujurnya pada pasangan. Berapa hutang Anda? Berapa besar cicilan yang harus dibayar setiap bulannya? Kapan cicilan tersebut akan selesai? Pasangan Anda berhak mengetahui detail tersebut.

Persiapan memiliki anak

 

2. Menghindari bicara tentang keuangan
Duduk bersama membicarakan masalah keuangan butuh waktu dan keseriusan dari kedua belah pihak. Salah satu dari Anda mungkin malas. Malas membicarakan masalah serius, malas untuk menyediakan waktu, dan sebagainya. Anda dapat mengenal karakter pasangan dari cara dia mengurus keuangan dan saat diajak berdiskusi tentang masa depan yang berhubungan dengan keuangan. Bila pasangan cenderung menghindar, maka Anda perlu berlaku serius terhadapnya. Ingat, jangan sampai terjadi istilah ‘kelumpuhan finansial’ di kehidupan Anda kelak.

3. Berbeda cara mengatur keuangan
Anda dan pasangan adalah dua pribadi yang berbeda, dengan latar belakang keluarga yang berbeda, maka bila ada perbedaan dalam mengatur keuangan, adalah sesuatu yang wajar. Mungkin saja Anda diajar untuk hemat dan berhati-hati dalam hal keuangan, sementara pasangan Anda punya lebih banyak kebebasan, mungkin karena ia anak tunggal, mungkin juga karena berasal dari keluarga yang lebih berkecukupan. Perbedaan budaya, pendidikan, dan keluarga menentukan cara berpikir berbeda dalam mengatur keuangan. Sebelum menikah, lebih dulu tentukan sikap tentang bagaimana Anda dan pasangan akan mengatur keuangan rumahtangga.

4. Saling mengingatkan
Ada beberapa perbedaan mendasar dalam hal pengeluaran antara mereka yang single dan yang sudah berumahtangga. Anda mulai harus memikirkan, siapa yang akan membayar belanja kebutuhan harian, siapa yang membayar listrik dan keperluan lain di rumah, bahkan berapa jumlah uang yang perlu diberikan pada orang tua masing-masing. Penting untuk membuat bujet bulanan, jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan dan bujet keluarga Anda jadi defisit. Belum lagi bila masih ada hutang-hutang yang harus dibayar, agar tidak bermasalah di bulan berikutnya.

5. Memiliki anak
Mungkin tak banyak yang menyadari, bahwa keinginan memiliki anak pun perlu didiskusikan bersama. Bisa jadi Anda ingin segera memiliki anak, sementara pasangan ingin menunda. Memiliki anak juga menjadi bagian dari perencanaan hidup Anda. Kalau memang tujuan Anda berkeluarga pada akhirnya adalah memiliki anak, sisihkan tabungan untuk anak sejak awal pernikahan, jangan menunggu anak tersebut lahir terlebih dulu.


 

Teks Setia Bekti | Foto Dok. Istimewa


 

Facebook Comments