Penting! Kenali Aroma Vagina Dan Cari Tahu Artinya

Jakarta, KiraniPenting bagi kita kaum wanita untuk mengenal kondisi area intim kita sendiri. Kapan Miss V berada dalam kondisi normal, dan kapan kita harus mewaspadai adanya sesuatu yang berpotensi membahayakan kesehatan.

 

Zaman mungkin telah demikian berkembang. Teknologi bahkan telah merambah ke setiap lini kehidupan. Akan tetapi terkadang kita masih merasa bahwa membicarakan masalah seputar area intim adalah hal yang tabu. Wajar memang, karena begitulah sifat orang timur.

 

Akan tetapi, ketika kita membicarakan mengenai organ intim dan kaitannya dengan kesehatan, tidak seharusnya dianggap tabu loh. Karena penting bagi kita kaum wanita untuk mengenal kondisi area intim kita sendiri. Kapan Miss V berada dalam kondisi normal, dan kapan kita harus mewaspadai adanya sesuatu yang berpotensi membahayakan kesehatan.

 

Salah satu cara paling mudah untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya masalah adalah dengan mengenali aroma vagina. Vagina dikenal memiliki aroma yang khas, dengan perubahan aroma yang cenderung tipis akibat fluktuasi kadar pH. Kendati demikian, ada aroma-aroma tertentu dari vagina yang dapat mengindikasikan kondisi khusus yang berkaitan dengan kesehatan. Oleh karenanya, penting bagi kita kaum perempuan untuk mencermati aroma tersebut.

 

 

Penyebab utama perubahan aroma pada vagina adalah perubahan tingkat pH di sekitar area genital. Perubahan pH merupakan gejala normal yang bisa dipengaruhi oleh sejumlah hal, seperti siklus menstruasi maupun perubahan kebiasaan dalam membersihkannya. Penting untuk dipahami bahwa adanya bau atau aroma tertentu pada vagina adalah hal yang wajar. Mengingat ada miliaran bakteri di sekitar area genital yang bertugas membantu vagina berfungsi dengan baik. Kehadiran bakteri ini yang membuat vagina memiliki aroma yang khas. Akan tetapi ada aroma-aorma tertentu yang menandakan adanya masalah. Nah, aroma-aroma inilah yang perlu diketahui dan dipahami dengan baik oleh setiap wanita.

 

1. Aroma besi

Dalam kondisi normal, sebagian besar vagina mengeluarkan aroma besi. Aroma ini muncul akibat proses menstruasi, di mana darah mengandung zat besi. Pada saat menstruasi juga pH pada vagina bisa berubah menjadi lebih asam dan memunculkan aroma besi atau metalik. Akan tetapi apabila seusai menstruasi Anda masih mencium aroma besi yang cukup kuat, waspada akan adanya perdarahan minor, yang bisa diakibatkan oleh hubungan seks yang kasar atau saat vagina sedang dalam kondisi kering.

 

2. Aroma bahan kimia

Aroma vagina yang seperti bahan kimia atau cairan pemutih dapat terjadi akibat beberapa penyebab yang berbeda. Salah satu penyebabnya adalah air seni atau urin yang mengandung urea, yang merupakan turunan dari ammonia. Akumulasi urin ini dapat menyebabkan aroma bahan kimia. Akan tetapi, juga aroma ammonia atau bahan kimia ini dirasa terlalu kuat, itu menandakan Anda sedang berada dalam kondisi dehidrasi. Jika aroma ammonia ini disertai aroma yang cenderung amis, bisa jadi mengindikasikan adanya vaginosis bakteri atau penyakit pada vagina akibat bakteri.

 

3. Aroma asam

Bau tajam atau asam di sekitar vagina terjadi seperti halnya pada makanan yang difermentasi. Aroma ini muncul karena vagina sehat sangat didominasi oleh lactobacillus, jenis bakteri yang juga ditemukan dalam sayuran dan yogurt yang difermentasi. Kehadiran lactobacillus di vagina membantu menjaga keseimbangan pH antara 3,8 dan 4,5. Keseimbangan ini yang memastikan tingkat keasaman ringan untuk membatasi pertumbuhan berlebih dari bakteri yang tidak sehat.

 

 

4. Aroma amis

Jika vagina beraroma amis seperti ikan, hat-hati itu tidak normal, dan mungkin menjadi penanda adanya masalah kesehatan. Bau semacam ini biasanya merupakan indikasi vaginosis bakteri, yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih bakteri tak sehat. Kondisi ini mendorong terjadinya ketidakseimbangan dalam tingkat pH vagina. Alasan lain munculnya bau amis adalah trikomoniasis. Ini adalah infeksi menular seksual yang paling umum, dan dapat disembuhkan. Biasanya, pengidap masalah ini memiliki vagina dengan bau yang lebih kuat daripada vaginosis bakteri. Kondisi ini sering disertai dengan keluarnya cairan berwarna hijau, gatal, dan nyeri saat buang air kecil. Bau yang muncul adalah dari trimethylamine -senyawa organik berbau amis, pada vagina, yang juga merupakan penyebab bau pada ikan yang membusuk. Biasanya, penggunaan antibiotik cukup untuk mengobati infeksi semacam ini.

 

5. Aroma yang menyengat

Terkadang vagina beraroma menyengat mirip dengan semburan khas dari binatang sigung. Vagina mengeluarkan bau semacam ini mungkin karena keringat atau stres. Ini karena keringat yang keluar melalui kelenjar apokrin di ketiak dan pangkal paha, kerap bereaksi saat merespons tekanan emosional. Jika Anda tengah dilanda stres atau cemas, kelenjar apokrin bahkan dapat menghasilkan cairan seperti susu, yang berbau tajam. Hal ini karena bakteri vagina pada vulva bergerak dengan cairan yang sebelumnya tidak berbau untuk membuatnya menjadi beraroma menyengat.

 

6. Aroma atau bau busuk

Ada kemungkinan vagina berbau busuk karena kebersihan yang tidak terjaga pada area sensitive ini. Kelenjar apokrin dapat mengeluarkan cairan berminyak yang dimetabolisme bakteri pada kulit, dan menyebabkan vagina mengeluarkan bau busuk. Karenanya, pastikan untuk membersihkan area intim dengan baik saat mandi. Selain itu, bau busuk juga bisa terjadi karena malas mengganti pembalut saat menstruasi. Pembalut yang tidak diganti saat menstruasi dapat menyebabkan penumpukan darah menstruasi. Hal ini berujung terjadi iritasi, gatal, dan bau tidak sedap pada vagina yang sangat kuat. Ganti pembalut secara teratur untuk menghindari vagina berbau busuk.

 

Selain beberapa hal di atas, aroma pada vagina juga dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Penelitian menunjukkan, makanan beraroma kuat seperti cabai, lada, bawang putih, bawang merah, kubis, ikan, dan brokoli cenderung mengakibatkan vagina menjadi beraroma kurang sedap.

 

Teks : Setia Bekti        Foto : Dok. Istimewa

 

 

Facebook Comments