Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus? Ini Tips Menghadapinya

Jakarta, Kirani – Kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga selalu membawa kebahagiaan tersendiri. Terlebih bila sang buah hati lahir setelah sekian lama pasangan orangtua mendambakan kehadirannya. Namun bagaimana bila anak yang telah lama dinanti tersebut tidak sesempurna anak pada umumnya? Perbedaan dari segi fisik tentu lebih mudah terlihat, akan tetapi perbedaan dari segi kecakapan, akan lebih sulit dikenali, dan biasanya baru terlihat pada usia tertentu.

 

Pada umumnya kita sebagai orangtua sudah berusaha mempersiapkan rencana bahkan menabung untuk masa depan anak. Saat dia memasuki usia sekolah, akan disekolahkan dimana, akan diikutkan kursus apa saja untuk menambah ketrampilan, bagaimana mempersiapkan agar sang buah hati mampu untuk menghadapi segala tantangan, dan sebagainya.

 

Semua itu dapat berjalan lancar bila sang anak terlahir dalam kondisi normal dan dalam pertumbuhannya tidak ditemukan kelainan apapun. Dan tentu saja selama Anda sejalan dengan anak dalam merencanakan masa depannya. Perencanaan masa depan yang matang tak jarang harus buyar saat di tengah perjalanan ditemui bahwa anak Anda berbeda dengan anak yang lain.

 

Setiap anak adalah istimewa

 

Anak Anda mungkin berbeda dengan anak yang lain, tapi bukan berarti ia tidak memiliki masa depan. Ada begitu banyak anak dengan keistimewaan masing-masing, yang biasanya baru terlihat beberapa bulan bahkan beberapa tahun setelah ia lahir.

 

Ada anak yang telat bicara, ada anak dengan disleksia, ada juga anak dengan kondisi sensory processing disorder, anak dengan autism, dan masih banyak lagi. Masing-masing anak tersebut juga berbeda tingkatan masalahnya. Maka cara penanganannya pun berbeda dan unik pada masing-masing anak.

 

Butuh kesabaran dan treatment khusus mendidik anak berkubutuhan khusus

 

Lalu bagaimana kita sebagai orangtua menyikapi hal ini? Kecewa? Sudah pasti. Sedih? Wajar. Akan tetapi tentu tak bisa sedih dan kecewa berkepanjangan. Karena si kecil yang istimewa ini adalah buah cinta yang kita tunggu-tunggu. Maka apapun kondisinya, kita tetap wajib mencintainya dengan segenap hati, dan membantunya menjalani kehidupan.

 

Masa depan yang sudah kita rancang tentu harus diubah, disesuaikan dengan kebutuhannya. Tantangan yang harus ia hadapi akan lebih besar daripada yang dihadapi oleh anak lain. Tugas kita sebagai orang tua untuk bukan hanya membekali tetapi juga terus mendampingi hingga ia mampu berjuang sendiri suatu saat kelak.

 

Beberapa langkah di bawah ini dapat membantu Anda dan pasangan, bagaimana mendidik dan mempersiapkan anak berkebutuhan khusus, agar ia merasa nyaman sekaligus juga mampu menghadapi kehidupan yang kerap kurang ramah terhadapnya.

 

1. Perlakukan anak sebagai manusia seutuhnya

Hal pertama dan paling utama yang harus Anda lakukan adalah, tanamkan pada diri Anda dan pasangan untuk mengakui dan menerima kondisi anak apa adanya. Setiap anak memiliki keunikan, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan hanya terfokus pada kekurangan anak, dan jangan jadikan kekurangan tersebut sebagai sesuatu yang menghalangi anak belajar tentang aturan, norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Selalu ajarkan anak nilai-nilai kebaikan, dengan cara yang dapat ia pahami. Setiap info atau ilmu pengetahuan apapun harus disesuaikan dengan kapasitas anak dalam menerimanya. Terkadang perlu penyampaian yang berulang-ulang agar anak memahami apa yang Anda sampaikan. Tak jarang pula ia lupa setelah beberapa waktu. Jangan lelah untuk mengingatkannya kembali.

 

Bagi anak berkubutuhan khusus, ibunya harus terus mendampingi meski ia sudah beranjak besar

 

2. Berikan pendidikan sesuai kebutuhan

Setiap orangtua pasti memiliki standar tersendiri terhadap sekolah. Ada beberapa sekolah yang tentu sudah menjadi favorit Anda bahkan sebelum si kecil lahir. Namun melihat kenyataan yang ada, tentu saja Anda harus menimbang ulang. Apakah sekolah favorit tersebut sesuai dan dapat mengerti kondisi buah hati Anda.

Banyak sekolah unggulan yang hanya mengejar rating, menggenjot prestasi akademik siswanya agar namanya tetap ada di urutan atas. Ingat, anak Anda tidak membutuhkan hal tersebut. Yang dibutuhkan olehnya adalah sekolah yang memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Salah satu solusi bagi anak berkebutuhan khusus adalah sekolah yang menyediakan sistem belajar mengajar inklusi. Akan tetapi sebelum memutuskan akan memasukkan anak Anda ke sekolah mana, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan psikolog yang menanganinya.

 

3. Optimis

Sedih melihat kondisi anak lalu pesimis akan masa depannya? Cukup banyak orangtua yang mengalami hal ini. Satu hal yang perlu diingat, anak berkebutuhan khusus bukanlah anak yang tidak bisa melakukan apapun sehingga tidak akan pernah bisa memiliki prestasi apapun. Cobalah Anda mencari informasi lebih luas, ada cukup banyak contoh anak berkebutuhan khusus yang berhasil dalam hidupnya. Misalnya, Stephen Hawking  yang menjadi ilmuwan fisika, lalu Satoshi Tajiri yang menciptakan Pokemon, lalu Matt Savage yang menjadi musisi jazz professional, dan masih banyak lagi. Jadi, jangan pernah berpikirian anak dengan kebutuhan khusus tak bisa berprestasi dan tak memiliki masa depan. Temukan apa minat anak, lalu berikan fasilitas sesuai bakatnya dan biarkan ia berkreativitas. Tetaplah berpikir positif, tetap percaya, maka anak akan merasakan energi positif Anda dan mau berbuat lebih untuk masa depannya.

 

4. Selalu bersyukur

Keadaan yang tidak sesuai harapan memang kadang membuat kita menjadi stress. Ditambah lagi harus menghadapi anak yang membutuhkan perhatian dan kesabaran yang jauh lebih banyak dibandingkan anak pada umumnya.  Ada satu cara ampuh yang dapat meningkatkan energy positif dalam diri Anda. yaitu dengan menuliskan hal-hal yang Anda syukuri dalam hidup. Beberapa penelitian menyebutkan, menuliskan hal-hal yang Ada syukuri mampu mengubah energy negatif menjadi energy positif. Dengan demikian Anda akan lebih bahagia, lebih dekat dengan anak, lebih optimis, dan anak pun akan merasa lebih bahagia.

 

5. Me time

Me time Anda mungkin tidak semewah me time para ibu pada umumnya, mengingat waktu Anda akan lebih banyak dihabiskan untuk terus memberikan perhatian pada anak. Terlebih bila Anda seorang ibu bekerja, atau lebih parah lagi, bila Anda seorang single parent yang harus menafkahi diri sendiri dan anak Anda. Me time yang dapat Anda miliki cukup banyak adalah, santai sejenak, posisikan tubuh Anda senyaman mungkin, lalu ambil nafas dalam-dalam, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Lakukan 3-4 kali hingga Anda merasa lebih tenang.

Setelah itu, bila anak Anda sedang tidak dalam posisi yang membahayakan, misalkan dia sedang tidur di kamarnya, ijinkan diri Anda untuk sejenak melakukan kegiatan yang Anda suka. Membaca novel misalnya, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Bukan sesuatu yang membutuhkan biaya besar, dan tak membutuhkan waktu terlalu lama, tapi kegiatan ini dapat mengembalikan energi positif Anda, dan membuat Anda semangat lagi menghadapi sang buah hati.

 

 

Teks Setia Bekti | Foto Dok. Istimewa

 

Facebook Comments