Membersihkan Rumah dan Isinya Pasca Banjir

Jakarta, Kirani – Banjir yang mengawali datangnya tahun 2020 telah berlalu. Waktunya kita untuk bersih-bersih setelah air yang menggenangi rumah mulai surut. Berbeda dengan membersihkan rumah secara rutin, perlu perhatian khusus untuk membersihkan rumah setelah terdampak banjir.

 

Ingat, air kotor banjir membawa kuman yang dapat mengganggu kesehatan anggota keluarga terutama si kecil. Bekasnya pada berbagai perabot rumah tangga pun cukup sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, yuk kita simak bagaimana membersihkan rumah dan isinya pasca banjir.

 

1. Pastikan semua aman sebelum masuk ke dalam rumah
Jangan bergegas masuk ke dalam rumah sepulang dari pengungsian. Sebaiknya periksa dulu kabel listrik apakah ada yang longgar atau terjatuh, turunkan MCB, keringkan stop kontak, serta periksa saluran gas. Jika listrik masih padam, gunakan lampu senter, bukan lilin, sebagai bantuan penerangan. Dikhawatirkan ada gas yang bocor saat banjir, dan nyala api dari lilin dapat memicu terjadinya kebakaran. Sementara bila listrik sudah aktif, jangan gunakan alat elektronik maupun gas sebelum semua dipastikan dalam kondisi aman.

 

 

2. Bersihkan sisa air dan lumpur yang melekat
Biasanya di beberapa tempat masih tersisa genangan air juga lumpur yang melekat. Segera buang genangan air yang tersisa dengan serokan atau pendorong air, atau kain pel. Siramkan air bersih untuk membuang lumpur dengan lebih mudah, baik yang melekat di lantai atau di dinding. Pastikan semua permukaan bersih, gunakan cairan pembersih untuk menhalau kuman yang melekat. Pindahkan perabot rumah yang menghalangi seperti lemari, meja atau kursi jika dibutuhkan.

 

Keringkan barang-barang yang tergenang air seperti furnitur kayu dan lainnya, untuk mencegah timbulnya jamur. Semakin lama barang-barang ini dalam kondisi basah, semakin banyak pula noda jamur yang akan muncul. Buka semua jendela dan nyalakan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara tetap lancar.

 

3. Selamatkan karpet
Anda menggunakan karpet di rumah? Sebelum banjir tiba sebaiknya gulung karpet tersebut terlebih dulu dan simpan di tempat yang lebih tinggi supaya aman. Namun bila ternyata karpet-karpet tersebut masih terkena banjir, baik karena terjatuh atau sebab lain, bawalah ke tempat laundry agar dibersihkan oleh tim yang lebih professional. Jika hanya sebagian saja yang basah, gunakan penyedot basah-kering untuk menghilangkan air sebanyak mungkin. Gunakan kipas untuk mempercepat pengeringan dan jemur di bawah sinar matahari. Jangan lupa semprotkan cairan desinfektan.

 

4. Menangani furnitur
Bawa furnitur ke tempat yang lebih luas atau ke luar rumah. Lepaskan laci dan pintu untuk memudahkan pembersihan. Bagian laci kayu yang meresap air akan membesar sehigga sulit dibuka dan akan hancur jika dipaksa. Gosok furnitur dengan kain yang sudah dicelupkan ke dalam larutan air sabun, kemudian bilas dengan air bersih. Biarkan furnitur kering di bawah paparan sinar matahari langsung. Furnitur yang mengalami kerusakan parah akan membutuhkan perbaikan dari tenaga professional, sementara yang tidak terlalu parah mungkin dapat terlihat lebih baik hanya dengan lapisan cat yang baru. Sementara untuk kasur yang rusak karena terendam banjir, sebaiknya tidak digunakan lagi.

 

 

5. Alat elektronik
Untuk beberapa alat elektronik kecil seperti pemanggang roti, pembuat kopi atau setrika, cek kondisi kabelnya. Pastikan kabel tidak koyak atau terbuka jika ingin digunakan kembali. Sementara untuk kulkas maupun mesin cuci, sebaiknya segera hubungi jasa perbaikan untuk memeriksa apakah ada kompenen yang rusak.

Periksa isi kulkas. Saat rumah tidak terendam banjir namun listrik padam, isi freezer aman selama kurang lebih 24-48 jam. Untuk refrigerator, selama lebih dari empat jam dalam keadaan listrik padam, biasanya bahan makanan yang ada di dalamnya sudah mulai rusak, seperti daging, susu, dan sisa makanan lain. Sebaiknya tidak usah dikonsumsi lagi daripada malah berbahaya bagi kesehatan.

 

6. Bersihkan pakaian
Untuk pakaian yang bisa dicuci, hilangkan terlebih dulu noda agar bebas dari virus dan bakteri. Celupkan pada cairan antiseptik, lalu cuci dalam air dingin dengan deterjen bubuk. Deterjen bubuk bekerja dengan baik untuk menghilangkan tanah liat dan kotoran yang mungkin mengandung air banjir, sementara air dingin mampu menghilangkan noda.

Setelah itu, cuci ulang semua pakaian dalam air terpanas yang aman untuk kain dengan deterjen bubuk dan klorin. Keringkan hingga semua noda hilang. Untuk pakaian yang tidak bisa kita kerjakan sendiri, segera bawa ke tempat laundry.

 

7. Hati-hati paparan karbon monoksida
Untuk alas an keamanan, saat banjir biasanya PLN memadamkan aliran listrik. Beberapa penghuni lalu menggantikan listrik dengan genset bertenaga bensin atau diesel setelah banjir. Perangkat ini melepaskan karbon monoksida, gas yang tidak berwarna, tidak berbau, namun mematikan.

Pastikan untuk membuka pintu dan jendela, atau menggunakan kipas angin untuk mencegah penumpukan karbon monoksida di rumah atau di area yang tertutup sebagian seperti garasi. Jika anak-anak Anda atau orang lain dalam keluarga mulai merasa sakit, pusing, lemah, atau mengalami sakit kepala dan sakit dada, segera dapatkan udara segar dan cari perawatan medis. Hal yang sama berlaku untuk panggangan arang atau kompor. Jangan pernah menyalakannya di dalam ruangan.

 

8. Dokumentasikan kerusakan yang terjadi
Bila Anda bermaksud mengajukan klaim asuransi, pastikan untuk mencatat semua kerusakan dengan gambar yang jelas. Gunakan kamera atau smart phone untuk mengambil foto atau video sebelum membersihkan rumah atau kendaraan. Hubungi agen asuransi Anda. Jika asuransi bersedia menutupi kerugian yang Anda alami, Anda akan segera mendapatkan panduan dari agen asuransi untuk mengurus klaim, bantuan bencana, serta kemudahan administratif lainnya.

 

 

Teks : Setia Bekti         Foto : Dok. Istimewa

 

 

Facebook Comments