Lindungi Diri Dari Virus Corona Dengan Masker Yang Tepat

Jakarta, Kirani – Sejak virus Corona mewabah di Cina, bahkan menyebar hingga ke 17 negara, langkah antisipatif yang pertama dilakukan oleh masing-masing orang untuk melindungi diri adalah dengan menggunakan masker.

 

Ya, seperti penyakit pernafasan lainnya, virus Corona juga menyebar melalui udara. Dan langkah pertama dan paling mudah untuk mencegah penyebaran virus yang menyebar melalui udara adalah dengan menggunakan masker, selain menjaga kebersihan tentunya. Tak heran, masker tiba-tiba menjadi barang paling dicari dan paling cepat habis di setiap mini market, supermarket, juga apotik.

 

Berkaitan dengan penggunaan masker ini, satu hal yang perlu untuk kita ketahui adalah, apakah masker yang kita gunakan sudah tepat? Apakah makser tersebut cukup efektif untuk mencegah atau setidaknya mengurangi penularan virus? Untuk itu, ada baiknya kita mempelajari jenis-jenis masker beserta fungsinya masing-masing. Karena salah menggunakan masker, bukan hanya percuma, tetapi Anda juga bisa menjadi bahan tertawaan.

 

Masker respirator N95 yang lebih sering digunakan oleh petugas medis

 

1. Masker bedah/surgical mask
Anda mungkin menjumpai masker ini digunakan orang setiap hari. Dinamakan masker bedah (surgical mask) karena masker jenis ini biasa dipergunakan oleh tenaga kesehatan saat melakukan tindakan operasi. Memiliki tiga lapisan, yaitu bagian luar yang berwarna hijau sebagai anti air, lapisan tengah sebagai filter, dan lapisan dalam berwarna putih untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut atau hidung. Dengan demikian masker ini mampu melindungi orang di sekitar dari penularan saat Anda tengah menderita flu atau batuk, ataupun terpapar penyakit pernafasan lain seperti diakibatkan virus Corona.

 

Namun perlu diingat, masker bedah ini tidak didesain untuk menyaring partikel dan mikroorganisme dengan ukuran sangat kecil, seperti virus. Penggunaan masker bedah ini hanya untuk menjaga agar tidak tertular atau menularkan virus. Penggunaannya pun harus benar, menutupi bagian dagu, mulut, dan hidung. Jangan lupa, ini adalah masker sekali pakai, sehingga setelah selesai memakainya Anda harus membuang masker ini ke tempat sampah, dan jangan digunakan lagi.

 

2. Masker kertas
Memiliki bentuk mirip masker bedah, namun masker kertas lebih kasar, seperti kertas, dan berwarna putih. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai manfaat dan kegunaan masker ini.

 

3. Masker respirator N95
Masker ini disebut N95 karena dapat menyaring hingga 95 % dari keseluruhan partikel yang berada di udara. Berbentuk setengah bulat dan berwarna putih, masker N95 ini terbuat dari bahan solid dan tidak mudah rusak.

Kekuatan masker N95 mampu menyaring partikel sekecil 0,3 mikron yang ada di udara. Karena virus Corona memiliki ukuran rata-rata sedikit diatas 0,1 mikron, jadi secara teori masih ada kemungkinan, walaupun kecil, beberapa partikel virus menembus masker respirator N95.

Dirancang khusus untuk petugas kesehatan, masker ini biasa digunakan oleh petugas medis saat menangani wabah penyakit menular, seperti mewabahnya virus Corona sekarang ini. Pemakaiannya juga harus benar-benar rapat, sehingga tidak ada celah bagi udara luar masuk. Karenanya, masker ini tidak dianjurkan bagi masyarakat awam. Penggunaan masker respirator N95 yang dipadukan dengan busana biasa yang masih memperlihatkan rambut dan wajah, tidak akan memberikan perlindungan penuh.

 

Masker gas, untuk mencegah seseorang menghirup gas beracun

 

4. Masker respirator N99 dan N100
Dibandingkan masker N95, maka masker respirator N99 dan N100 ini memiliki kemampuan lebih dalam melindungi diri dari berbagai polusi dan virus, termasuk virus Corona. Kelebihan keduanya adalah, Masker N99 mampu menyaring udara hingga 99% sementara masker N100 mampu menyaring udara hingga 100%.

Baik masker N99 maupun N100 memiliki tiga lapisan filter. Lapisan pertama berfungsi untuk menjebak partikel-partikel kasar seperti debu dan pasir. Lapisan kedua untuk menyaring partikel-partikel yang masuk, dan lapisan terdalam yang terbuat dari karbon aktif bisa memerangi pengotor gas seperti senyawa organik yang mudah menguap dan bau busuk. Namun, seperti juga masker N95, kedua masker ini tidak dianjurkan untuk masyarakat umum tetapi lebih ditujukan untuk digunakan oleh petugas medis.

 

5. Masker kain atau masker motor
Seperti namanya, masker ini biasa digunakan oleh para pengendara motor. Terbuat dari bahan kain, studi menunjukkan tidak ada bukti bahwa masker ini memiliki manfaat dalam pencegahan penyakit. Tidak memiliki penyaring khusus, tidak mampu menghalau partikel kecil, dan hanya mampu mencegah debu yang berukuran besar. Masker ini justru diangap berbahaya karena pemakainya cenderung jarang mencucinya. Akibatnya masker berisiko menjadi tempat tumbuh bakteri dan membuat pemakainya mudah terserang penyakit.

 

6. Masker gas

Masker gas ini digunakan untuk melindungi pemakai dari menghirup polutan udara dan gas beracun. Tak hanya menutupi hidung dan mulut, masker ini juga menututpi mata dan area rentan lain di wajah. Sayangnya, masker jenis ini bukan masker yang tepat untuk kondisi mewabahnya virus Corona. Bukan tidak mungkin Anda dianggap kurang waras bila mengenakan masker ini dalam kondisi seperti sekarang.

 

Teks : Setia Bekti/dari berbagai sumber | Foto : Dok. Istimewa

Facebook Comments