Grup Pengasuhan Anak dari Facebook, Kurangi Kekhawatiran Orang Tua

Jakarta, Kirani – Memasuki pertengahan bulan Juni ini, beberapa kantor dan pusat perbelanjaan mulai melakukan aktivitas kembali, meski tidak seperti sebelumnya. Sebagian orangtua yang selama beberapa bulan ini bekerja dari rumah sambil mengawasi anak mulai melakukan penyesuaian dalam menghadapi masa new normal.

 

Beberapa orangtua mungkin merasa kewalahan dengan kegiatan ini, misalnya seorang ayah dengan anak perempuan, atau orang tua tunggal yang membesarkan anak seorang diri. Akhir-akhir ini, lebih dari 9 juta orang Indonesia aktif di Grup Parenting yang ada di Facebook, dan berkaitan dengan pengasuhan anak. Dengan adanya grup parenting tersebut, setiap orangtua tak perlu lagi merasa khawatir, karena grup Facebook dapat memberikan ruang yang aman bagi setiap orang tua untuk berkumpul bersama, saling berbagi dukungan, edukasi, dan informasi lainnya.

 

Dalam upaya mendukung para komunitas ini, Facebook meluncurkan jenis grup terbaru, yakni pengasuhan anak (parenting), guna memudahkan setiap orang tua dalam menemukan komunitas yang tepat dengan membuatnya menjadi lebih aman dan mudah saat berinteraksi. Mulai hari ini, jika admin memilih jenis grup pengasuhan anak, mereka akan mendapatkan akses ke tiga fitur unik yang telah disesuaikan untuk pengalaman pengasuhan anak.

 

Sebagai contoh, Nia Umar, yang membuat grup Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) di Facebook pada 2008 silam bersama 21 pendiri & pengurus lainnya. Grup ini bertujuan untuk menciptakan ruang khusus bagi para anggota agar dapat menyebarluaskan pengetahuan dan informasi terkait menyusui. Berawal dari komunitas online, organisasi nirlaba berbasis kelompok sesama ibu tersebut kini telah hadir di 18 provinsi di Indonesia dan memiliki cabang di 10 kotamadya/kabupaten di luar ibu kota provinsi.

 

“Meskipun kami ada di 18 provinsi, terkadang tidak semuanya reachable atau dapat dijangkau dengan baik. Kami merasa media sosial inilah wadah kami berkumpul untuk memperoleh dukungan lebih banyak lagi, serta menjadi corong terdepan dalam kegiatan-kegiatan edukasi, dan advokasi mengenai pentingnya ASI bagi bayi,” ujar Nia sebagai Ketua UMUM AIMI.

 

Berlangsungnya pembatasan sosial pun tak menjadi hambatan bagi para anggota untuk tetap menjalin silaturahmi. Berbagai kegiatan dilakukan di dalam grup Facebook AIMI yang menghubungkan 265.800 anggota. Selain itu, AIMI turut aktif memberikan layanan konseling menyusui gratis dan menggelar serangkaian kegiatan secara online dalam menyambut HUT AIMI ke-13 pada 21 April lalu.

 

Lebih lanjut, sambung Nia, kualitas dari grup Facebook AIMI didukung oleh sejumlah admin yang bertugas mengelola grup, menghidupkan suasana, mengatur dinamika percakapan antar anggota, dan memantau konten-konten yang diposting agar tetap relevan melalui fitur-fitur Pengelolaan Grup untuk Admin.

 

“Karena kalau enggak ada admin itu, pasti akan berantakan. Nanti, pasti dibuat jualanlah, dibuat apalah. Jadi, saya melihat besarnya AIMI itu berkat mereka para admin yang gesit beradaptasi,” tambahnya. AIMI adalah satu dari sekian banyak grup Facebook terkait pengasuhan anak, yang mana merupakan peranan utama dari sebuah keluarga. Kami bersemangat untuk meluncurkan fitur-fitur terbaru ini dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional, menyediakan lebih banyak cara bagi setiap anggota grup pengasuhan anak untuk berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain.

 

Berikut fitur-fitur bagi orang tua dapat merasa lebih nyaman ketika bercerita mengenai perjalanan pribadi mereka, dapat dengan mudah menemukan konten-konten yang penting bagi mereka, saling meminta dan berbagi saran dengan anggota grup lainnya.

 

Postingan Anonim: Beberapa orangtua menginginkan sebuah cara untuk membahas topik yang mungkin tidak nyaman dibagikan secara terbuka. Agar anggota grup pengasuhan anak di Facebook dapat membuat postingan sensitif tanpa mengungkap identitas mereka, dibuatlah fitur Postingan Anonim ke dalam grup tersebut. Misalnya, jika Anda ingin berbagi atau menerima masukan terkait masalah keuangan atau kasus kehilangan anak, memposting secara anonim dapat memudahkan Anda untuk membuka diskusi tersebut.

 

Lencana: Facebook menambahkan lencana baru di grup pengasuhan anak, sehingga anggota grup dapat memilih untuk mengidentifikasi diri mereka di antara anggota lainnya dalam hal tahap mengasuh anak seperti apa yang tengah mereka jalani. Jika Anda ingin menemukan orang yang sedang mengalami situasi yang sama dengan Anda, lencana membuatnya menjadi lebih mudah untuk mencari orang-orang tersebut dengan cepat dan terhubung dengan mereka. Contoh lencana termasuk “Orang Tua Baru” dan “Calon Orang Tua” untuk membantu orang tua terhubung lebih dekat dengan mereka yang berada dalam situasi serupa.

Mentorship: Facebook juga memperluas fitur Mentorship ke semua grup pengasuhan anak yang memilih jenis grup ini. Admin grup pengasuhan anak kini dapat memilih dan menciptakan program mentoring online, membiarkan para anggota untuk mencari dan menjadi mentor. Anggota dapat berpasangan satu sama lain untuk menawarkan bimbingan selama berlangsungnya beberapa momen terbesar dalam kehidupan seperti menantikan kelahiran sang buah hati atau mengubah jalan karir.



Teks Setia Bekti |Foto Dok. Istimewa

 

Facebook Comments