Bunda, Sudah Siapkah Anda Saat Buah Hati Bertanya,“Apakah Mimpi Basah Itu?”

Jakarta, Kirani – Satu malam beberapa hari yang lalu, anak saya bertanya,”Ibu, mimpi basah itu apa sih?”

 

Saya sempat terdiam sepersekian detik mendengar pertanyaan tersebut. Meski paham betul suatu saat pertanyaan ini akan datang, saya belum mempersiapkan atau mencari jawaban. Akhirnya saya justru balik bertanya, darimana dia mendengar tentang mimpi basah? Dan dia menjawab dari gurunya saat ia duduk di kelas enam Sekolah Dasar. Saat ini baru kurang lebih satu bulan ia menjadi siswa SMP atau Sekolah Menengah Pertama.

 

Ada rasa lega yang menyelinap dalam hati, karena setidaknya anak saya mendengar dari orang yang benar, bukan dari omongan orang-orang di jalanan yang tdak sengaja ia dengar. Saya jelaskan bahwa mimpi basah itu seperti ia ‘ngompol’ saat masih kecil.

 

Belum selesai sampai disitu,ia bertanya lagi,”Kenapa kok bisa begitu?”

 

Hmmm…sampai disini saya menyesal karena tidak menyempatkan diri mencari jawaban sebelum pertanyaan ini terlontar. Hal ini membuat saya jadi tidak siap ketika tes itu datang. Akhirnya saya mencoba menjelaskan semampu saya. Saya bertanya apakah ia sudah mulai menyukai perempuan? Ketika dia menjawab belum, saya jelaskan lagi bahwa nanti ada saatnya ia akan tertarik pada perempuan. dan pada saat itu, mungkin saja ketertarikan tersebut akan membuatnya memimpikan sesuatu hal yang membuatnya ‘mengompol’ pada saat terbangun dari tidur.

 

Ya…ya…I know, itu bukan jawaban yang benar, tapi setidaknya dapat membuat anak saya mengangguk-angguk untuk sementara dan tidak melontarkan pertanyaan lanjutan. Dan saat saya tanpa sengaja menceritakan hal ini kepada salah seorang teman, dia langsung berkata,”Mending kamu browsing deh, karena jawaban suamiku bukan seperti itu waktu anakku nanya.”

 

Dan inilah jawaban yang saya temukan di Wikipedia mengenai mimpi basah : Mimpi basah atau emisi nokturnal adalah pengeluaran cairan semen di saat tidur yang hanya dialami oleh laki-laki. Mimpi basah sering dialami oleh remaja laki-laki sebagai tanda bahwa ia memasuki masa pubertas. Hal ini bisa dipicu mimpi yang erotis maupun tidak, tergantung dari yang mengalami mimpi itu sendiri (khususnya bila ia seorang pria dewasa). Pengeluaran ini dapat terjadi tanpa disertai ereksi atau ejakulasi. Semakin bertambahnya umur maka mimpi basah ini semakin jarang dialami.

 

Mimpi basah tergantung dari respons fisik orang yang mengalami mimpi tadi. Peristiwa ini adalah mekanisme yang alami akibat vesikula seminalis (kantong sperma) telah penuh dengan sperma yang dihasilkan oleh testis. Akibatnya kantong sperma yang telah penuh tidak bisa menampung lagi, dan akhirnya dikeluarkan melalui penis pada saat seorang laki laki.

 

Nah, begitulah penjelasan menurut Wikipedia. Sampai disini jelas terlihat betapa salahnya penjelasan saya terhadap pertanyaan anak saya.

 

Untuk para Ibu, bila pertanyaan tersebut belum terlontar dari anak laki-laki Anda, segeralah persiapkan jawaban, sudah ada contekan kan diatas, tinggal Anda ganti sedikti editorialnya agar lebih mudah dipahami. Sehingga nanti saat anak bertanya Anda sudah siap.

 

Sebisa mungkin jangan berpikir, ”Ah biar saja nanti ayahnya yang menjawab.” Tolong hilangkan pikiran seperti itu. Mengapa? Karena belum tentu sang ayah ada di tempat saat anak bertanya. Dan kalau Anda menjawab sang anak dengan kalimat,”Nanti saja tanya sama ayah”, maka jangan salahkan anak bila ia mencari jawaban di luar, yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena edukasi mengenai seks atau sex education adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua, dan juga sekolah dalam hal ini guru.

 

 

Teks Setia Bekti | Foto Dok. Istimewa

 

Facebook Comments