Bangun Kemitraan, Visa Gencarkan Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Kirani – Maret menjadi bulan istimewa bagi perempuan di seluruh dunia. Karena tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day.

 

Dalam rangka memperingati Bulan Perempuan Internasional inilah, Visa memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Bekerjasama dengan Hand In Hand International dan IFundWomen, Visa menyediakan program edukasi dan pendanaan bagi pelaku usaha perempuan di seluruh dunia untuk membantu mereka membangun dan mengembangkan bisnisnya.

 

Saat ini, jumlah pelaku usaha perempuan di seluruh dunia meningkat lebih cepat dibandingkan jumlah pelaku usaha laki-laki, di mana lebih dari 250 juta perempuan yang menjalani usaha sendiri di seluruh dunia.

 

“Perempuan semakin berperan dalam menggerakkan perekonomian di seluruh dunia dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Al Kelly, CEO dan Chairman, Visa. “Visa berkomitmen memanfaatkan kekuatan jaringan, merek, dan sumber daya finansial kami untuk mendukung pelaku usaha perempuan dalam mengejar impian mereka.”

 

Visa membangun kemitraan dengan IFundWomen yang merupakan platform pendanaan dan edukasi yang menyediakan akses permodalan melalui bantuan dana dan crowdfunding, pelatihan dengan para ahli dan jaringan pelaku usaha perempuan. Kemitraan ini bertujuan membantu para pelaku usaha perempuan mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan melalui serangkaian kompetisi pendanaan.

 

Sementara itu, kemitraan Visa dengan Hand In Hand International, organisasi nirlaba global yang berfokus pada pengembangan ekonomi di Afrika, Asia Selatan dan Timur Tengah, bertujuan menyediakan edukasi bisnis dan memperluas akses terhadap layanan keuangan ke lebih dari 10.000 usaha mikro di Kenya, yang mana 75% usaha mikro dikelola oleh perempuan.

 

Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, mengungkapkan program pemberdayaan perempuan juga sudah gencar diinisiasi Visa di Indonesia melalui program Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak. “Sejak tahun 2017, program literasi keuangan #IbuBerbagiBijak digelar, dengan dukungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, dan telah menjangkau ratusan ribu perempuan di seluruh Indonesia. Tahun lalu, kami menggelar pelatihan #IbuBerbagiBijak yang menyasar para pelaku usaha perempuan di Bandung dan Yogyakarta. Para pelaku usaha perempuan yang saya jumpai saat pelatihan tersebut mengaku kesulitan mengakses permodalan untuk mendanai, menjalankan, dan mengembangkan bisnis mereka. Berkaca dari hal tersebut, tahun ini kami berencana memperluas manfaat #IbuBerbagiBijak tidak hanya seputar manajemen keuangan, tetapi juga sharing strategi memperoleh akses permodalan bagi pelaku usaha perempuan untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya,” ungkap Riko.

 

 

Teks : Setia Bekti | Foto : Dok. Istimewa

 

 

Facebook Comments